Bandung, IDN Times - Masyarakat dari berbagai komunitas di Kota Bandung menggelar diskusi di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Minggu (28/6/2026), mengenai ketersedian angkutan umum khususnya angkutan kota (angkot) yang selama ini belum bisa berjalan maksimal sebagai transportasi utama. Dalam diskusi ini Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, diagendakan hadir pukul 11.00 WIB.
Namun, hingga pukul 12.00 WIB Farhan tidak juga menunjukkan batang hidungnya. Panitia pun tetap memulai diskusi tanpa kehadiran Farhan. Karena kesal, panitia kemudian mengganti Farhan dengan sebuah botol minum yang didepannya diberikan tulisan Wali Kota Bandung. Tulisan ini pun menjadi candaan para peserta diskusi yang hadir sejak pagi hari.
Selain Farhan, dalam diskusi ini juga menghadirkan perwakilan dari Dishub Kota Bandung, ahli transportasi ITB Sony Sulaksno, perwakilan Kopamas Budi Kurnia dan perwakilan masyarakat atas nama Syifa Maudini.
