Kunjungan Memblukdak, Dishub Hingga Polisi Ikut Amankan Bandung Zoo

- Warga masih gratis untuk masuk ke Bandung Zoo, namun diharapkan berdonasi untuk pemberian pakan hewan. Pengunjung harus antre hingga satu jam karena banyaknya pengunjung yang memadati kawasan.
- Pemerintah Kota Bandung memastikan Kebun Binatang Bandung tetap dapat dinikmati publik sebagai ruang terbuka hijau kota, dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
- Kesejahteraan hewan menjadi fokus utama, dengan pengelolaan Kebun Binatang Bandung di bawah Yayasan Margasatwa Taman Sari dan pemantauan pemberian pakan serta koordinasi dengan kementerian terkait.
Bandung, IDN Times - Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) masih menjadi destinasi favorit masyarakat Bandung Raya. Ribuan warga terlihat memadati kawasan ini sejak pagi hari, Minggu (4/12/2026).
Dengan banyaknya masyarakat yang mengantre, area parkiran pun ditutup. Aparat dari Dinas Perhubungan yang berada di Bandung Zoo kemudian mengarahkan masyarakat agar memarkir kendarannya di sejumlah tempat termasuk di dekat kampus ITB. Di gerbang utama, aparat TNI juga tampak ikut mengarahkan pengunjung.
Sementara itu, di area parkir aparat kepolisian memberikan arahan kepada masyarakat agar tidak memaksa masuk dan antre dengan tenang. Memakai tali rapia kuning, mereka diminta agar tidak keluar dari batas tali tersebut.
"Baris yang rapih jangan saling dorong, jangan saling mendahului," kata salah satu aparat yang bertugas.
1. Warga masih gratis untuk masuk

Hingga hari ini, wisatawan yang ingin masuk ke Bandung Zoo tidak dipungut biaya. Meski demikian, mereka diharap bisa ikut berdonasi untuk pemberian pakan kepada hewan.
Tidak ada besaran donasi yang harus dibayar. Mereka bisa memasukan uang donasi tersebut pada tempat yang telah disiapan.
Salah satu pengunjung, Cica, menyebut bahwa dia harus mengantre hingga satu jam. Membawa dua keponakannya, dia sempat kaget karena melihat antrean yang sangat panjang sebelum masuk ke dalam.
"Karena orang sini biasa memang wisata ke sini, cuman kaget juga aja pas memang lihat ramai," paparnya.
Karena ini merupakan hari terakhir digratiskan, dia pun sengaja datang untuk membawa keponakannya berakhir pekan. Cica tetap senang bisa masuk ke Bandung Zoo meski harus antre panjang sebelumnya.
2. Pemkot pastikan tempat ini bisa dinikmati publik

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung memastikan kawasan Kebun Binatang Bandung tetap dapat dinikmati publik sebagai ruang terbuka hijau kota, sepanjang digunakan secara tertib serta menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Dengan luas sekitar 11,7 hektare, kawasan ini memiliki peran penting sebagai ruang hijau di tengah kepadatan wilayah perkotaan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, upaya menjaga Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi ruang publik.
“Kami berkomitmen menjaga kawasan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ruang hijau di tengah kota ini penting, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk kualitas hidup masyarakat,” ujar Farhan.
3. Kesejahteraan hewan yang utama

Farhan juga menjelaskan, secara operasional, pengelolaan Kebun Binatang Bandung berada di bawah Yayasan Margasatwa Taman Sari. Sedangkan kewenangan perizinan konservasi satwa berada di Kementerian Kehutanan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung memastikan setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan ketentuan dan kewenangan yang berlaku.
“Kewenangan izin konservasi ada di Kementerian Kehutanan. Pemerintah kota tentu berhati-hati agar tidak melampaui aturan yang ada,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemkot Bandung selama ini terus memastikan aspek kesejahteraan satwa tetap menjadi perhatian, termasuk pemantauan pemberian pakan serta koordinasi dengan kementerian terkait.
Pemkot Bandung juga memastikan, pengelolaan aset daerah, termasuk Kebun Binatang Bandung, harus memberikan manfaat yang nyata bagi kepentingan publik, tanpa mengabaikan fungsi lingkungan dan konservasi.
Pemkot Bandung meyakini upaya mempertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau publik akan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi warga maupun bagi kelestarian lingkungan perkotaan.
Keberadaan kawasan hijau tersebut diharapkan dapat menjadi ruang interaksi sosial sekaligus penyangga ekologis di pusat Kota Bandung.














