Kripto di Indonesia Tembus Rp409 T, Ekosistem Digit Harus Lebih Aman

- Minat masyarakat terhadap aset digital meningkat, butuh edukasi yang memadai
- Penguatan keamanan dan kepatuhan sebagai fondasi utama industri kripto nasional
- Kolaborasi dengan regulator dan program literasi untuk memperkuat ekosistem digital
Bandung, IDN Times - Industri aset digital Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang 2025. Laporan terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa nilai transaksi kripto nasional telah mencapai Rp409,56 triliun secara year-to-date hingga Oktober 2025.
Angka tersebut menandai tren positif sekaligus menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital kian menguat.
Peningkatan transaksi ini juga menggambarkan bagaimana aset kripto mulai menjadi bagian penting dalam ekonomi digital Indonesia. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengenal dan memanfaatkan aset digital, industri pun memasuki fase yang lebih matang.
Ekosistem yang dulu cenderung sporadis kini mulai ditopang oleh regulasi dan infrastruktur yang lebih solid.
Sejalan dengan itu, OJK dan Bank Indonesia (BI) memperkuat kerangka regulasi melalui implementasi aturan turunan Undang-Undang P2SK. Fokusnya tidak hanya pada pengawasan, tetapi juga pada perlindungan konsumen, keamanan platform, dan transparansi pasar.
Kondisi tersebut dinilai pelaku industri sebagai sinyal positif menuju ekosistem yang semakin sehat dan berkelanjutan.
Upbit Indonesia sebagai salah satu pedagang aset kripto berizin menyambut baik perkembangan ini. Mereka menilai bahwa pertumbuhan transaksi harus seiring dengan peningkatan literasi, keamanan, dan praktik investasi yang bertanggung jawab agar industri dapat bertumbuh secara stabil.
1. Minat masyarakat meningkat, butuh ekosistem yang bertanggung jawab

Kenaikan nilai transaksi hingga ratusan triliun dinilai menjadi bukti kuat bahwa adopsi aset digital semakin luas. Namun, pertumbuhan tersebut juga menghadirkan tanggung jawab baru bagi pelaku industri.
Upbit Indonesia menekankan bahwa tingginya minat masyarakat wajib diimbangi edukasi yang memadai, terutama terkait risiko dan mekanisme pasar.
Resna Raniadi, COO Upbit Indonesia, mengatakan jika “lonjakan transaksi hingga menembus Rp409 triliun menjadi bukti bahwa industri aset digital di Indonesia semakin matang.”
“Namun, pertumbuhan ini juga membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan keamanan pengguna, menjaga integritas platform, dan meningkatkan edukasi agar investor dapat mengambil keputusan secara bijak,” katanya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Sabtu (29/11/2025).
Pernyataan ini menggambarkan bahwa perlu ada keseimbangan antara pertumbuhan dan mitigasi risiko. Maka itu, Upbit menilai edukasi merupakan pilar penting sehingga masyarakat dapat memahami prinsip investasi aman serta menghindari keputusan impulsif.
Akses terhadap informasi yang komprehensif menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan industri sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
2. Penguatan keamanan dan kepatuhan sebagai fondasi industri

Sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pasar, Upbit Indonesia menjalankan serangkaian inisiatif strategis. Pada aspek keamanan, perusahaan mengadopsi standar global seperti multi-layer security, melakukan audit berkala, serta memperkuat infrastruktur perlindungan aset pengguna.
Upaya ini bertujuan mengantisipasi risiko teknis maupun potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan investor.
Upbit juga memastikan kepatuhan penuh terhadap ketentuan OJK dan peraturan aset digital di Indonesia. Dengan kerangka regulasi yang semakin jelas, sinergi antara pelaku industri dan regulator menjadi elemen penting untuk menciptakan ruang investasi yang lebih aman.
Keamanan dan kepatuhan dianggap sebagai fondasi utama agar industri kripto nasional dapat tumbuh secara sehat.
Selain itu, langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik dan menarik lebih banyak partisipasi dari investor pemula maupun berpengalaman.
3. Kolaborasi dan edukasi untuk memperkuat ekosistem digital

Selain penguatan keamanan, Upbit aktif mendukung pertumbuhan industri melalui program literasi digital. Mereka mengadakan berbagai inisiatif seperti kampus roadshow, kelas edukasi investor pemula, hingga distribusi konten edukatif mengenai risiko dan cara berinvestasi secara bijak.
Dukungan terhadap program literasi keuangan nasional juga menjadi bagian dari kontribusi mereka.
Di sisi lain, kolaborasi dengan regulator turut menjadi fokus utama. Upbit menyambut langkah pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang lebih transparan dan sehat, sekaligus memperkuat dialog antara pemangku kepentingan industri.
Sinergi ini diperlukan agar kebijakan dapat berjalan efektif dan mengakomodasi perkembangan teknologi yang cepat.
Upbit optimistis bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat ekosistem aset digital terkuat di Asia Tenggara. Dengan landasan regulasi yang semakin matang dan kerja sama yang solid antara pelaku industri serta regulator, pertumbuhan industri aset digital diproyeksikan terus berlanjut.
“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi investor Indonesia. Upbit Indonesia akan terus memperkuat upaya edukasi, keamanan, dan kepatuhan, sejalan dengan visi pemerintah untuk mengembangkan ekosistem aset digital yang aman dan maju,” ujar Resna.

















