Bandung, IDN Times – Kasus penyekapan dan dugaan penyiksaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung selama tiga tahun memunculkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Salah satunya, bagaimana korban bisa "menghilang" begitu lama tanpa diketahui orang sekitar dan mengapa ia tidak melarikan diri ketika memiliki kesempatan.
Psikolog Pramitha Aulia menegaskan publik perlu berhati-hati dalam menilai kasus tersebut. Menurutnya, banyak respons korban kekerasan yang sering disalahpahami karena masyarakat tidak melihat tekanan psikologis yang dialami korban selama bertahun-tahun.
"Korban yang bertahan, diam, bahkan berbohong melindungi pelaku, bisa jadi merupakan gejala rasa takut, bukan tanda bahwa ia setuju disakiti," kata Pramitha, Rabu (24/6/202).
