Penyebaran virus corona di kawasan pabrik bukan yang pertama terjadi di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi. Sebelumnya PT Unilever pun sempat mengalami hal serupa.
Di pabrik ini sejumlah karyawan terpapar yang disinyalir berasal dari kos-kosan tempat banyak pekerja tinggal. Dari sana kemudian virus menyebar ke pabrik.
Dinas Kesehatan Jawa Barat mengimbau agar pelaku industri bisa menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. Mulai dariĀ rapid test, penggunaan masker, penempatan tempat cuci tangan, dan hal lainnya yang bisa meminimalisir penyebaran virus wajib dijalankan.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani menuturkan, kejadian penemuan puluhan pekerja di PT Unilever, Kabupaten Bekasi, yang positif COVID-19 sebenarnya merupakan dampak dari penerapan protokol kesehatan yang ketat. Melalui rapid test dan tes swab maka bisa didapatkanlah data pekerja yang terpapar COVID-19 tersebut.
"Di Jawa Barat banyak ditemukan reaktif rapid tes atau positif swab justru karena Jabar melakukan tes secara masif dan pro aktif. Karena meyakini bahwa testing (pengetesan) dan tracing (pelacakan) salah satu upaya terbaik mengendalikan wabah COVID-19," ujar Berli beberapa waktu lalu.