Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau, 77 Kebakaran Melanda Cirebon dalam Sebulan
Kebakaran melanda lahan hutan jati milik Perum Perhutani di Blok Pejagan Asem, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/8/2026) petang.
  • DPKP Kabupaten Cirebon mencatat 77 kebakaran sepanjang Juli 2026, melonjak lebih dari empat kali lipat dari 18 kasus pada Juni.
  • Kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang mendominasi dengan 54 kasus pada Juli; sejak Januari-Juli, kebakaran lahan mencapai 69 dari total 168 kejadian.
  • Cuaca kering, pembakaran sampah, dan puntung rokok memicu risiko api meluas; DPKP mengimbau warga tidak membakar sembarangan serta segera melapor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyebutkan, musim kemarau mulai menunjukkan dampak di wilayahnya. Meski puncak kemarau diperkirakan belum tiba, jumlah kebakaran telah melonjak tajam sepanjang Juli 2026. Dalam sebulan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon mencatat 77 kejadian kebakaran, lebih dari empat kali lipat dibandingkan Juni yang hanya mencapai 18 kasus.

Lonjakan tersebut didominasi kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang. Sepanjang Juli saja, tercatat 54 kejadian kebakaran pada kategori tersebut. 

Secara kumulatif, sejak Januari hingga Juli 2026, kebakaran lahan mencapai 69 kasus atau sekitar 41,1 persen dari total 168 kejadian kebakaran yang terjadi di Kabupaten Cirebon.

Jumlah tersebut menjadikan kebakaran lahan sebagai jenis kebakaran paling banyak sepanjang tahun ini, melampaui kebakaran rumah yang tercatat sebanyak 65 kasus.

1. Cuaca kering memperbesar risiko

Kebakaran melanda Pasar Sandang Tegal Gubug di Desa Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/7/2026) siang.

Kepala Bidang Kedaruratan, Penanganan, dan Penyelamatan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengatakan peningkatan kebakaran tidak terlepas dari kondisi cuaca yang semakin kering seiring berlangsungnya musim kemarau.

Menurut Eno, lahan kosong yang dipenuhi rumput dan alang-alang kering menjadi sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut diperparah oleh masih ditemukannya aktivitas pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi memicu api menyebar ke area sekitar.

“Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran memang meningkat. Lahan kosong yang dipenuhi rumput dan alang-alang kering sangat mudah terbakar. Ditambah lagi masih ada aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali,” ujar Eno, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, api yang berasal dari pembakaran sampah maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat dengan cepat merambat ke vegetasi kering. 

Apalagi saat angin bertiup kencang, kobaran api dapat meluas dalam waktu singkat dan mengancam kawasan permukiman.

2. Tren meningkat sejak awal tahun

Kebakaran melanda lahan hutan jati milik Perum Perhutani di Blok Pejagan Asem, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/8/2026) petang.

Data DPKP memperlihatkan tren peningkatan kejadian kebakaran sejak awal 2026. Pada Januari tercatat tujuh kejadian, meningkat menjadi 14 kasus pada Februari, kemudian 15 kasus pada Maret dan 16 kasus pada April. 

Memasuki Mei jumlahnya naik menjadi 21 kejadian, sempat turun menjadi 18 kasus pada Juni, sebelum akhirnya melonjak drastis menjadi 77 kejadian pada Juli.

Eno menilai lonjakan tersebut menjadi peringatan bahwa Kabupaten Cirebon mulai memasuki periode rawan kebakaran yang biasanya berlangsung selama puncak musim kemarau.

Selain menyebabkan kerusakan lahan, kebakaran juga menimbulkan dampak lanjutan berupa penurunan kualitas udara akibat asap pembakaran vegetasi dan sampah. Kondisi itu berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang padat penduduk.

"Di sektor pertanian, kebakaran lahan dapat merusak tanaman serta mengurangi produktivitas lahan yang menjadi sumber penghasilan petani," tuturnya.

3. Masyarakat diminta tingkatkan kewaspadaan

Kebakaran melanda Pasar Sandang Tegal Gubug di Desa Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/7/2026) siang.

DPKP Kabupaten Cirebon mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. Salah satu langkah yang terus dilakukan adalah meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Menurut Eno, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika api sudah membesar. Terlebih, sejumlah kejadian kebakaran lahan terjadi di lokasi yang berdekatan dengan permukiman sehingga membutuhkan respons cepat petugas agar api tidak menjalar ke rumah warga.

“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada selama musim kemarau. Jangan membakar sampah sembarangan dan segera melapor apabila melihat potensi kebakaran agar bisa ditangani lebih cepat,” katanya.

DPKP berharap keterlibatan masyarakat dalam mencegah sumber api dapat menekan jumlah kebakaran selama musim kemarau. 

Topics

Editorial Team

Related Article