Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Kelangkaan Beras Premium di Jabar Disebabkan Ulah Produsen

Ilustrasi beras premium (IDN Times/Ruhaili)
Ilustrasi beras premium (IDN Times/Ruhaili)
Intinya sih...
  • Kelangkaan beras premium di Jabar disebabkan kendala pengiriman dari produsen.
  • Kadisperindag Provinsi Jabar menyatakan persediaan beras masih aman dan surplus, namun pemerintah pusat sedang melakukan kajian terhadap harga beras premium.
  • Masyarakat Kota Bandung kesulitan membeli beras premium di toko ritel modern karena minimarket dan supermarket kehabisan stok.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kelangkaan beras premium di toko ritel wilayah Jawa Barat terjadi selama beberapa hari kemarin. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jabar menyatakan, kelangkaan ini terjadi karena ada kendala pengiriman dari produsen.

Kadisperindag Provinsi Jabar, Nining Yuliastiani mengatakan, berdasarkan temuan dilapangan para produsen beralasan, dengan tingginya harga gabah saat ini serta belum adanya penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap harga beras, produsen mengalami kerugian.

"Pengiriman beras premium di bulan Agustus ini oleh produsen diberhentikan jadi yang ada stoknya di retail-retail ini adalah merupakan pengiriman di bulan Juli kemarin," ujar Nining saat dihubungi, Rabu (27/8/2025).

1. Dari sisi kebutuhan surplus

Beras premium Bulog (Dok. IDN Times)
Beras premium Bulog (Dok. IDN Times)

Meski kondisinya sempat langka, Nining mengklaim, persediaan beras di Jawa Barat masih dalam tahap aman, dari total 536.373,63 ton kebutuhan beras di Jabar, ketersediaan beras mencapai 2.256.426,70 ton. Bahkan, kondisi ini masih masuk surplus.

"Jadi dari sisi kebutuhan kita surplus sehingga tidak perlu ada kekhawatiran," katanya.

Adapun untuk mengatasi ketersediaan beras premium di pasar modern, pemerintah pusat saat ini sedang melakukan kajian terhadap harga beras premium.

"Secara stok atau ketersediaan, beras itu sebetulnya hanya di premium dan bukan karena menipisnya stok. Tapi karena karena dari produsennya itu sendiri yang di bulan Agustus ini cenderung menghentikan terlebih dahulu," kata dia.

2. Beras premium di toko ritel modern langka

Ilustrasi beras premium.(IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi beras premium.(IDN Times/Daruwaskita)

Untuk diketahui, kelangkaan beras premium ini sempat membuat masyarakat Kota Bandung gelisah. Mereka kesulitan membeli beras premium di toko ritel modern. IDN Times coba mendatangi sejumlah minimarket dan supermarket yang ada di Kota Bandung, dan hasilnya beberapa minimarket sudah tidak menjual beras premium jenis apapun karena memang tak ada pengiriman.

"Sekarang tidak ada. Pernah masuk beras premium yang harga sekitar Rp75 ribu itu sudah dua bulan lebih," kata salah satu kasir Indomaret yang enggan disebut namanya, Selasa (26/8/2025).

Hal serupa juga ditemui di salah satu supermarket yang hanya menjual beras dengan lebih dari Rp75 ribu. Beras premium yang dijual harganya ada yang mencapai Rp100 ribu per lima kilogram (km).

"Belum ada lagi yang murahnya Pak, adanya yang agak mahal," kata seorang pekerja di supermarket Superindo.

3. Di luar toko ritel modern masih banyak beredar

Ilustrasi beras premium produksi NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi beras premium produksi NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara itu, minimarket Indomaret yang ada di Jalan Jawa masih menjual beras dengan harga Rp73.500 per lima kg. Hanya saja yang terpampang di rak ada satu merek yaitu Larrist.

Salah satu pembeli, Sandi, mengatakan bahwa dia sekarang sudah kesulitan mendapatkan beras premium dengan harga terjangkau di minimarket maupun supermarket. Akhirnya dia memilih membeli beras di warung eceran atau pasar tradisional.

"Beli ke warung biasa aja sekarang karena memang sudah di minimarket. Kalau dulu kan ada melimpah," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us