Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede, 2 Hari Api Belum Padam
Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango terbakar (IDN Times/dok Balai TNGGP)
  • Kebakaran vegetasi di sekitar Kawah Wadon, TNGGP, terdeteksi CCTV PGA Ciloto pada Jumat dini hari dan hingga Sabtu belum padam setelah penanganan lebih dari 36 jam.
  • Balai Besar TNGGP, MMP, dan relawan mengerahkan personel dari jalur Gunung Putri serta Cibodas untuk memadamkan api yang membakar semak belukar dan rerumputan.
  • Penyebab kebakaran masih didalami, namun diduga dipicu vegetasi kering dan suhu tinggi saat kemarau; TNGGP memastikan area terdampak tidak memiliki tanaman edelweiss.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api membakar rumput dan semak di dekat Kawah Wadon, Gunung Gede, sejak Jumat dini hari. Petugas taman nasional dan banyak relawan datang untuk memadamkan api. Sudah hampir dua hari, tetapi apinya belum padam. Api diduga muncul karena cuaca panas dan tanaman kering. Bunga edelweiss aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan kebakaran vegetasi di Kawah Wadon, respons cepat Balai Besar TNGGP bersama MMP dan relawan menunjukkan koordinasi lapangan yang kuat, dengan personel bergerak dari beberapa jalur menuju titik api. Pemantauan CCTV dan informasi resmi berkala turut mendukung penanganan terarah, sementara identifikasi awal memastikan hamparan edelweiss tidak terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cianjur, IDN Times - Kebakaran vegetasi terjadi di kawasan sekitar Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Jumat (7/8/2026) dini hari dan terus meluas hingga hari kedua, Sabtu (8/8/2026).

Petugas gabungan yang terdiri dari jajaran Balai Besar TNGGP, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta puluhan relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

"Meskipun puluhan relawan sudah melakukan penanganan selama lebih dari 36 jam atau hampir dua hari dua malam tetapi api belum berhasil dipadamkan," kata Ketua Gede Pangrango Operation, Dudan Darmawan, Sabtu (8/8/2026).

Berikut adalah fakta-fakta terkait peristiwa kebakaran di Kawah Wadon Gunung Gede.

1. Terpantau pertama kali lewat CCTV jam 03.00 WIB

Relawan saat tangani kebakaran di Kawah Wadon (IDN Times/dok Balai TNGGP)

Kejadian kebakaran ini awal mulanya terdeteksi melalui kamera pengawas (CCTV) milik Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ciloto sekitar pukul 03.00 WIB. Hingga pagi hari pukul 07.00 WIB, kepulan asap tebal masih membumbung tinggi dari area Kawah Wadon.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas Balai Besar TNGGP bersama relawan di Alun-alun Suryakencana, api membakar vegetasi berupa semak belukar dan rerumputan di sekitar kawah.

2. Puluhan relawan dan personel gabungan dikerahkan ke lokasi

Relawan saat menangani kebakaran di Kawah Wadon (IDN Times/dok Balai TNGGP)

Menanggapi kejadian tersebut, Balai Besar TNGGP bergerak cepat mengoordinasikan aksi pemadaman. Puluhan personel dikerahkan melalui beberapa jalur pendakian untuk mempercepat penanganan.

Sebanyak 28 relawan yang berada di jalur Gunung Putri langsung bergerak menuju titik api melalui jalur Puncak Sela. Selain itu, sebanyak 52 personel dari jalur Cibodas turut dikerahkan untuk memperkuat pemadaman dan pengendalian api.

3. Diduga kuat akibat faktor alam, bukan ulah manusia

ilustrasi Gunung Gede Pangrango (unsplash.com/Ivan Samudra)

Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak balai masih terus melakukan pendalaman. Namun, indikasi awal menunjukkan bahwa kebakaran ini dipicu oleh faktor alam.

Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, menegaskan bahwa kawasan tersebut minim aktivitas manusia dan merupakan zona inti.

"Kawah Wadon merupakan zona inti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas wisata maupun pendakian, sehingga sangat minim aktivitas manusia," ujar Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta.

Dia menambahkan, rekaman CCTV PGA Ciloto juga tidak menunjukkan adanya keberadaan manusia di lokasi sebelum kejadian. Kondisi musim kemarau yang membuat vegetasi mengering disertai suhu tinggi di sekitar kawah diduga kuat menjadi pemicu munculnya api.

4. Bunga Edelweiss dipastikan aman dari kobaran api

Bunga Edelweis yang tumbuh subur di gunung (Pintereset.com/ Wira Nurmansyah)

Hasil identifikasi sementara mengonfirmasi bahwa vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan rerumputan. Pihak TNGGP memastikan bahwa hamparan bunga abadi (Edelweiss) tidak terdampak oleh kebakaran ini.

"Tidak terdapat tanaman edelweiss pada area yang terdampak kebakaran," tegas Sadtata Noor Adirahmanta.

Hingga saat ini, Balai Besar TNGGP terus berkoordinasi dengan MMP, relawan, dan instansi terkait untuk memastikan pemadaman berjalan optimal serta memantau perkembangan situasi.

Masyarakat dan para pendak diimbau untuk tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Informasi resmi secara berkala hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Editorial Team

Related Article