Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

KDM Minta Dishub dan Polisi Segera Petakan Titik Rawan Macet Lebaran 2026

IMG_20260127_165404.jpg
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Dedi Mulyadi meminta Dishub dan Polisi petakan titik rawan kemacetan Lebaran 2026
  • Pemilik kendaraan umum akan diliburkan untuk kelancaran arus lalu lintas
  • Menhub Dudy Purwagandhi menerapkan WFA untuk pecah kemacetan dan kelancaran angkutan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengingatkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan pemetaan titik rawan kemacetan dalam rangka mudik Lebaran 2026. Polda Jawa Barat juga memberikan masukan agar pengemudi angkot, ojek, becak, andong, dan sejenisnya, diliburkan selama berlangsungnya arus mudik.

"Saya ngingetin ke Kepala Dishub Jabar. Kita sebentar lagi mudik, walaupun belum puasa. Muhammadiyah sudah selamat berpuasa. Daerah titik-titik yang menjadi titik rawan kemacetan, tukang ojek, tukang becak, andong, dan sejenisnya segera diidentifikasi," ujar Dedi di Mapolda Jawa Barat, Rabu (18/2/2026).

1. Bisa beri kompensasi pemilik kendaraan umum

ilustrasi naik delman
ilustrasi naik delman (freepik.com/EyeEm)

Dedi mengatakan, tahun lalu yang menjadi titik macet terbatas di daerah Kabupaten Garut, Subang, Indramayu, Cirebon, Lembang Bandung Barat dan Puncak, Kabupaten Bogor. Oleh karena itu para pengemudi kendaraan angkutan umum akan diliburkan guna kelancaraan arus lalu lintas.

"Tadi Pak Kapolda memberikan masukan, beberapa titik untuk diakomodir agar sopir angkot, tukang becak, tukang ojek tidak beroperasi seminggu menjelang hari raya dan kemudian seminggu setelah hari raya," kata dia.

Sehingga, total mereka dapat libur dua minggu agar di istirahat di rumah bersama keluarganya masing-masing. Meski begitu, Dedi belum mengungkapkan nilai kompensiasi yang akan diberikan untuk libur selama dua minggu.

"Tapi mereka tetap di imahna nyangu (di rumahnya memasak nasi) dan mereka tenang. Jadi, cutilah mereka 14 hari dan sehingga nanti kita bisa membuat orang bahagia," ucapnya.

2. Jalur mudik harus lancar

Arus balik mulai padat di titik keluar dari Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).
Arus balik mulai padat di titik keluar dari Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).

Sementara itu, Direktur Ditlantas Polda Jawa Barat Kombes Raydian Kokrosono mengatakan, pihaknya mendukung rencana meliburkan para pengemudi angkutan umum di sejumlah titik rawan kemacetan. Sebab arus lalu lintas saat mudik, bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

"Itu menggembirakan menurut kami untuk bisa memitigasi tukang-tukang andong, tukang-tukang becak seperti tahun-tahun sebelumnya bisa diakomodir oleh pemerintah supaya bisa liburan dan tidak beroperasi. Karena kecepatan yang tadi kami sampaikan itu Mengganggu terhadap pengguna jalan yang lain yang ingin cepat kembali ke tempat tujuan," jelas Raydian.

3. WFA dipersiapkan untuk pecah kemacetan

Pemudik melintasi jalur selatan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).
Pemudik melintasi jalur selatan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menilai penerapan flexible working arrangement (FWA) atau work from anywhere (WFA) selama periode Lebaran 2026 berpotensi mendukung kelancaran angkutan serta bisa memecah kepadatan pergerakan masyarakat agar tidak terkonsentrasi dalam satu waktu saja.

"Kebijakan ini memberi ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali, sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal," ujar Menhub Dudy dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah sepakat menerapkan WFA untuk Aparatur Sipil Negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Melalui kebijakan tersebut, Survei Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan menyatakan, persepsi/preferensi masyarakat menunjukkan penerapan FWA cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus mudik seperti H-5 dan H-3. Dengan FWA, pergerakan masyarakat pada arus mudik lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5 (H-6 sampai H-8).

"Pola serupa juga terlihat pada arus balik, di mana preferensi masyarakat menunjukkan penurunan kepadatan pada H+4 hingga H+6 setelah Lebaran. Distribusi perjalanan menjadi lebih merata karena sebagian masyarakat mengubah jadwal perjalanan di luar rentang H-8 hingga H+8," ungkapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

ASN Pemprov Jabar 'Kedul' Selama Ramadan Akan Disanksi

18 Feb 2026, 14:48 WIBNews