Tempat Hiburan dan Restoran di Jabar Diminta Hormati Bulan Ramadan

- Pemerintah Jabar meminta penertiban tempat hiburan dan restoran selama Ramadan 2026
- Penertiban harus tetap mengedepankan pendekatan humanis dan tidak mengganggu perekonomian
- Pemprov Jabar akan memantau inflasi, harga bahan pokok, dan ketersediaan komoditas menjelang Ramadan
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta agar pemerintah kabupaten dan kota bisa menertibkan tempat hiburan, juga tempat makanan atau restoran saat Ramadan 2026. Meski begitu, penertiban ini jangan sampai membuat roda perekonomian terhenti.
Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, penertiban tempat-tempat tersebut memang merupakan kewenangan dari pemerintah kabupaten dan kota, namun harus tetap memperhatikan pergerakan ekonomi di masyarakat.
"Tentu kabupaten-kota sudah punya mekanismenya, yang jelas kami saling menghormati, saling menghargai dan tentu aktivitas ekonomi tetap berjalan ya," ujar Herman, Rabu (18/2/2026).
1. Roda perekonomian jangan sampai terhenti

Herman menyarankan agar penertiban ini dilakukan dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Jika terdapat warung makan yang gerainya belum tertutup kain atau penghalang, maka harus ditegur dengan baik-baik tidak menimbulkan gangguan di masyarakat.
"Pada intinya tetap ya, roda perekonomian ini jangan berhenti meski dalam bulan Ramadan," kata dia.
2. Pemerintah daerah diminta mitigasi inflasi

Sebelumnya, Herman juga meminta agar pemerintah daerah di Jawa Barat bisa melakukan mitigasi inflasi lebih dini untuk memantau kebutuhan pokok masyarakat. Meski begitu, Pemprov Jabar akan turut memantau dan memberikan tindakan jika terjadi kenaikan harga yang signifikan.
"Pemda Provinsi Jabar bersama lintas pemangku kepentingan terus memantau dan menjaga agar situasi kondisi menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri, aman dan kondusif. Terutama inflasi terkendali dan perekonomian stabil," kata Herman, Selasa (17/2/2026).
3. Kebutuhan pokok juga harus dijamin ketersediaannya

Selain menjaga stabilitas harga, Herman memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memantau ketersediaan bahan pokok agar tetap tersedia di kabupaten dan kota. Menurutnya, jangan sampai nantinya hal itu berdampak ke inflasi.
"Lebih jauhnya kami berupaya seoptimal mungkin untuk menjaga agar harga-harga terjangkau, stok bahan pokok penting tersedia, transfortasinya lancar, serta komunikasi berbagai pihak efektif," katanya.
Berdasarkan pantauan saat ini, Herman memastikan, harga beberapa komoditas belum terlihat mengalami kenaikan harga yang signifikan di sejumlah kabupaten dan kota. Namun, nantinya TPID akan terus berkoordinasi jika terjadi lonjakan harga untuk kemudian dilakukan intervensi.
"Sampai sekarang masih masih masih relatif aman. Kami akan rapat koordinasikan biar crosscheck dari berbagai aspek, harga, pasokan, transportasi, komunikasi. Empat hal itu yang akan kami jagain ya menjelang Ramadan," ucapnya.


















