Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ramadan 2026: Status Siaga Kebencanaan di Jabar Tetap Berlaku

Ilustrasi bencana alam di Indonesia
Ilustrasi bencana alam di Indonesia (Unsplash.com/ Iqro Rinaldi)
Intinya sih...
  • Status siaga kebencanaan di Jawa Barat tetap berlaku selama Ramadan 2026, sesuai dengan keputusan gubernur nomor: 360/Kep.580-BPBD/2024.
  • Pemerintah Provinsi Jabar meminta 27 kabupaten dan kota untuk tetap melakukan upaya mitigasi dan penanganan kebencanaan, terutama di titik-titik rawan terjadinya bencana hidrometeorologi.
  • BMKG memprediksi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan, berpotensi disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Jawa Barat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Status siaga kebencanaan di wilayah Jawa Barat dipastikan tetap berlaku, meski dalam momentum bulan Ramadan 2026. Pemerintah Provinsi Jabar pun meminta agar 27 kabupaten dan kota tetap melakukan upaya mitigasi dan penanganan kebencanaan.

Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, status siaga ini sesuai dengan keputusan gubernur (Kepgub) nomor: 360/Kep.580-BPBD/2024 yang ditetapkan sejak 8 Oktober 2024 sampai 31 Mei 2025.

"Status darurat itu masih tetap berlaku hingga April mendatang. Kami harus siaga terkait dengan potensi bencana hidrometeorologi. Sampai April itu masih ada potensi kebencanaan," kata Herman, Selasa (17/2/2026).

1. Masih ada potensi bencana meski potensi hujan kecil

Ilustrasi bencana alam di Indonesia
Ilustrasi bencana alam di Indonesia (Unsplash.com/ Iqro Rinaldi)

Dengan masih ditetapkannya status darurat, Herman meminta agar proses mitigasi tetap dilakukan terutama di titik-titik rawan terjadinya bencana hidrometeorologi di masing-masing kabupaten dan kota.

"Masih ada potensi. Walaupun tetap sesuai update dari BMKG terakhir kondisi cuaca relatif normal kecuali Majalengka dan Kuningan," ujarnya.

Di sisi lain, semua wilayah Jawa Barat secara umum memang memiliki risiko kebencanaan yang relatif tinggi. Baik itu longosor, banjir, banjir bandang dan kebencanaan lainnya.

" Karena memang Jawa Barat rawan bencana. Jadi tetap harus waspada untuk warga semuanya," ucapnya.

2. BMKG sebut masih ada potensi hujan selama beberapa pekan ke depan

Ilustrasi bencana alam di Indonesia
Ilustrasi bencana alam di Indonesia (Unsplash.com/ Iqro Rinaldi)

Sementara Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu alias Ayyu menambahkan, BMKG memprediksi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan terhitung periode 17-22 Februari 2026.

"Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model diprakirakan pada sepekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari," kata Ayyu.

Dia menjelaskannya, saat ini Jawa Barat termasuk wilayah Bandung Raya masih dalam periode musim hujan dengan puncak musim hujan bervariasi mulai dari November 2025 hingga Maret 2026.

3. Beberapa wilayah di Jabar berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang

Ilustrasi bencana alam di Indonesia
Ilustrasi bencana alam di Indonesia (Pexels.com/ Read Once)

BMKG memperkirakan, potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir ini berpotensi terjadi di seluruh wilayah di Jawa Barat dalam periode tersebut.

"Potensi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Jawa Barat yaitu Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Cimahi," ujarnya.

"Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran," imbuh Ayyu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Ramadan 2026: Status Siaga Kebencanaan di Jabar Tetap Berlaku

17 Feb 2026, 16:38 WIBNews