Libur Imlek 2026, Curug Cibeureum TNGGP Ditutup Akibat Longsor

- Longsor akibat hujan deras tutup jalur wisata Curug Cibeureum TNGGP
- Akses jembatan dibangun ulang untuk keselamatan pengunjung
- Penutupan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, imbau masyarakat untuk memantau informasi resmi
Sukabumi, IDN Times - Libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 terasa berbeda bagi wisatawan yang berencana menghabiskan waktu di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi. Aktivitas wisata di Curug Cibeureum yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi dihentikan sementara akibat longsor.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor 02 Tahun 2026 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Alam Curug Cibeureum Resor PTN Selabintana.
1. Longsor dipicu hujan deras beberapa hari terakhir

Humas TNGGP, Agus Deni, membenarkan adanya penutupan jalur wisata tersebut.
“Betul, wisata Curug Cibeureum ditutup imbas longsor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan itu selama beberapa hari terakhir. Material tanah setinggi sekitar 15 meter dengan lebar kurang lebih 10 meter menutup jalur menuju air terjun.
Longsoran tersebut berdampak pada akses jembatan di jalur wisata Curug Cibeureum Selabintana sehingga perlu dilakukan pembenahan.
2. Akses jembatan dibangun ulang

Balai Besar TNGGP menyebut penutupan dilakukan untuk proses perbaikan dan pembenahan akses jembatan yang terdampak longsor. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan pengunjung sebelum kawasan kembali dibuka.
Petugas saat ini melakukan evaluasi kondisi jalur serta penanganan material longsoran yang menutup akses menuju lokasi air terjun.
3. Penutupan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan

Dalam surat edaran disebutkan, penutupan dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung, terlebih di tengah potensi lonjakan wisata saat libur panjang Imlek.
Penutupan berlaku mulai 11 Februari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan, atau sampai ada pemberitahuan resmi lebih lanjut dari pihak pengelola.
Balai Besar TNGGP mengimbau masyarakat untuk menunda kunjungan ke Curug Cibeureum dan selalu memantau informasi resmi sebelum merencanakan perjalanan wisata ke kawasan tersebut.

















