Harga Daging Ayam Tembus Rp41 Ribu, Dompet Warga Cirebon Gak Siap

- Tekanan permintaan picu kenaikan harga ayam dan cabai
- Pantauan di Pasar Sumber menunjukkan harga jual ayam berkisar Rp41.000–Rp42.000 per kilogram
- Komoditas lain seperti beras, bawang merah, minyak goreng, dan gula pasir relatif stabil menjelang Ramadan
Cirebon, IDN Times - Harga daging ayam ras segar di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat melonjak tajam menjelang Ramadan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per Senin (16/2/2026), harga ayam tercatat Rp41.750 per kilogram, naik 10,01 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan dua digit ini menjadi lonjakan paling mencolok di antara komoditas bahan kebutuhan pokok dan penting (bapokting) lainnya. Dalam hitungan hari, harga ayam bergerak dari kisaran Rp37.000–Rp38.000 per kilogram menjadi di atas Rp41.000 per kilogram.
Tren ini dinilai sebagai pola musiman menjelang Ramadan, ketika konsumsi rumah tangga dan permintaan pelaku usaha kuliner meningkat signifikan.
1. Tekanan permintaan picu kenaikan

Data PIHPS menunjukkan, selain ayam ras, telur ayam ras segar naik 5,96 persen menjadi Rp31.100 per kilogram. Cabai merah besar melonjak 12,19 persen menjadi Rp44.650 per kilogram, sementara cabai rawit merah naik 11,23 persen menjadi Rp93.600 per kilogram.
Lonjakan harga ini terjadi di tengah peningkatan belanja masyarakat untuk kebutuhan awal puasa. Rumah tangga mulai menyiapkan stok bahan pangan untuk menu sahur dan berbuka.
Di sisi lain, pelaku usaha makanan dan minuman juga meningkatkan pembelian untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan.
Kombinasi kenaikan konsumsi dan keterbatasan penambahan pasokan dalam waktu singkat membuat harga terkerek. Meski distribusi relatif tersedia, penyesuaian harga dari tingkat pemasok disebut menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan di tingkat konsumen.
2. Pantauan di Pasar Sumber

Pantauan di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin pagi, menunjukkan harga jual ayam di lapak pedagang berkisar Rp41.000 hingga Rp42.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas.
Harga tersebut sudah bertahan dalam beberapa hari terakhir setelah mengalami kenaikan bertahap sejak akhir pekan.
Aktivitas transaksi terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Pembeli mulai memadati los daging ayam dan bahan pangan segar lainnya sejak pagi hari. Peningkatan jumlah pengunjung membuat perputaran stok lebih cepat.
Pedagang menyebutkan, harga dari distributor telah lebih dulu naik sehingga ruang untuk menahan harga di tingkat eceran sangat terbatas. Dengan margin yang tipis, kenaikan dari hulu langsung diteruskan ke pembeli akhir.
“Biasanya memang naik menjelang puasa, tapi kali ini terasa lebih tinggi,” ujar salah seorang pedagang ayam di Pasar Sumber.
3. Komoditas lain relatif stabil

Di tengah lonjakan ayam dan cabai, harga beras tercatat relatif stabil. Beras kualitas medium I berada di angka Rp15.150 per kilogram, sedangkan beras super I Rp16.700 per kilogram, dengan kenaikan di bawah satu persen.
Bawang merah naik 4,08 persen menjadi Rp45.900 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih mengalami penurunan tipis. Minyak goreng curah tercatat Rp20.500 per kilogram atau naik 0,74 persen.
Minyak goreng kemasan bermerek berada di kisaran Rp21.300–Rp21.900 per kilogram dengan kenaikan tipis di bawah satu persen. Gula pasir premium bertahan di Rp18.950 per kilogram.
Secara umum, tekanan harga menjelang Ramadan mulai terasa, namun belum merata pada seluruh komoditas. Lonjakan ayam ras menjadi indikator paling nyata pergeseran harga dalam waktu singkat.


















