25 Ribu Guru di Indonesia Lolos Wardah Inspiring Teacher 2026

- 25 ribu guru di Indonesia terpilih sebagai bagian dari generasi ke-8 Wardah Inspiring Teacher setelah mengikuti seleksi.
- Guru-guru terpilih akan mendapatkan pelatihan selama empat bulan dengan skema pembelajaran secara hybrid, termasuk topik AI dan computational thinking.
- Program ini juga berkolaborasi dengan Microsoft dan Al Akademi untuk membawa guru-guru belajar teknologi, AI, dengan kemungkinan pembelajaran di Singapura.
Bandung, IDN Times - Wardah Inspiring Teacher (WIT) dari Paragon Corp kembali digelar pada tahun 2026. Sebanyak 25 ribu guru dari seluruh provinsi di Indonesia dinyatakan terpilih setelah mengikuti rangkaian seleksi dan kini resmi menjadi bagian generasi ke-8.
Co-Founder Paragon Corp, Salman Subakat mengatakan, dari hasil pendaftaran yang sebelumnya telah dilakukan, kini dipilih sebanyak 25 ribu yang nantinya akan mendapatkan banyak pelatihan.
"Selamat untuk 25 ribu guru yang sudah lolos generasi kedelepana karena terpilih dari 35 ribu guru yang mendaftar dari berbagai provinsi di Indonesia," ujar Salman dalam sambutannya saat Opening Wardah Inspiring Teacher Generation 8 di Sabuga ITB, Kota Bandung, Sabtu (14/2/2026).
1. Menjadi guru teladan dan menginspirasi tidaklah mudah

Salman merasa bangga karena gelaran ini sudah memasuki ke delapan setelah sebelumnya turut digelar dengan menghasilkan banyak alumni. Menurutnya, menjadi guru teladan dan inspiratif bukan lah mudah. Sehingga, dia menyampaikan apresiasi terhadap para peserta yang lolos.
"Ada tahapan yang tidak semua kadang bisa kami lakukan, jadi guru teladan dan inspirasi pasti tidak mudah ditengah kesibukan ibu sehari-hari. Kalau ketulusan dinilai mata uang bapak ibu orang paling kayak di dunia," ucapnya.
2. Tahun ini guru akan diberikan pembelajaran mengenai sistem AI

Sementara itu Alumni WIT Yeni Hadianti mengatakan, program ini pada dasarnya sudah berjalan sejak tahun 2017 dimana saat itu berawal dari gerakan kecil di Yogyakarta dengan 30 orang guru. Dari gerakan itu kini sudah menghasilkan 11 ribu alumni tersebar di seluruh Indonesia.
Pada tahun ini, Yeni menyampaikan ada beberapa yang membedakan dengan sebelumnya yang mana topik materi ya g akan diberikan pada guru yaitu soal Akal imitasi (AI) yang saat ini masuk dalam proses pendidikan.
"Di tahun ini kami selain project based learning gitu, kita juga mengangkat juga topik terkait dengan computational thinking dan juga AI for teaching," ujar Yeni.
3. Peserta terbaik akan mendapatkan kesempatan ke Singapura

Adapun dua program ini nantinya akan diberikan kepada para guru terpilih selama empat bulan dengan skema pembelajaran secara hybrid. Jika pada tahun sebelumnya ada beberapa guru yang lolos diberikan materi langsung di New Zealand. Tahun ini kemungkinan akan dilakukan di Singapua.
"Tahun ini kami juga berkolaborasi dengan Microsoft dan Al Akademi untuk belajar komputasional dan juga AI rencananya juga akan membawa guru-guru untuk belajar teknologi, AI, nah itu ke Microsoft juga nanti ada yang ada di Singapura," ujarnya.
Pembelajaran di Singapura itu nantinya khusus bagi para peserta yang terpilih selama proses pemberian materi di empat bulan tersebut. Dia mengatakan, selama materi itu akan banyak perlombaan dan nantinya yang menang akan berangkat ke Singapura.
"Dalam empat bulan perjalanan, ini semacam ada gemifikasi di tahap-tahap pelatihannya gitu, nanti ada misalnya dari yang sampai menyelesaikan di tahapan akhir, nanti dari sini juga ya kita coba asses juga beberapa hal gitu," katanya.


















