79 PPKS Dijaring Dinsos Kota Bandung, 53 di Antaranya Gelandangan

- Pemerintah Kota Bandung menggelar kegiatan penjangkauan gabungan terhadap PPKS, dengan 79 orang terjaring.
- Tim gabungan dari berbagai OPD melakukan asesmen dan menemukan 53 gelandangan, 17 pemulung, 4 lansia, 2 penyandang disabilitas mental, dan 3 anak terlantar.
- Sebanyak 77 orang telah difasilitasi untuk dikembalikan ke daerah asalnya, sementara rencana tindak lanjut termasuk pemeriksaan biometrik dan layanan rehabilitasi sosial.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar kegiatan penjangkauan gabungan terhadap Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Sabtu (14/2/2026) dini hari. Dari hasil kegiatan ini ada sebanyak 79 orang yang terjaring.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari beuatifikasi untuk mengantisipasi meningkatnya PPKS di jalanan menjelang bulan Ramadan.
"Alhamdulillah ini adalah bagian dari kegiatan justifikasi sesuai arahan pimpinan. Hari ini kami melakukan kegiatan penjangkauan gabungan. Ini yang kedua kalinya, dan sesi ini menghadapi Ramadan," ujarnya.
1. Operasi dilakukan dengan berbagai instansi

Penjangkauan dilakukan dalam pembagian dua regu. Tim pertama mulai bergerak pukul 02.30 WIB dari kawasan Simpang Lima Bandung, menyusuri sejumlah ruas jalan dan berkumpul di Masjid Raya Bandung. Sedangkan regu kedua memulai kegiatan dari Jalan Suniaraja dan berkumpul di Pendopo Kota Bandung atau Masjid Raya Bandung.
Dari sesi pertama, sekitar 50 orang terjaring dalam dua tim dan langsung menjalani proses asesmen oleh tim gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
PPKS ini kemudian dikumpulkan untuk dibawa ke kantor tim assessment guna penanganan lebih lanjut. Adapun tim gabungan melibatkan Dinsos, DP3A, KPAD, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, DPMKP, DPKP, DLH, DSDABM, serta Satpol PP Kota Bandung.
2. Kebanyakan PPKS dari luar Kota Bandung

Lebih lanjut, data Dinsos Kota Bandung menunjukkan hasil rekapitulasi penjangkauan mencatat total 79 PPKS yang terdata. Jumlah tersebut terdiri atas 53 gelandangan, 17 pemulung, empat lansia, dua penyandang disabilitas mental, dan tiga anak terlantar.
Dari sisi usia, satu orang balita, dua anak, 52 dewasa, dan 24 lansia. Sementara berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 68 orang laki-laki dan sebelas perempuan.
Sebagian besar yang terjaring berasal dari luar Kota Bandung, dengan persentase sekitar 75 persen. Hingga pagi hari, sebanyak 77 orang telah difasilitasi untuk dikembalikan ke daerah asalnya.
3. Operasi akan terus dilakukan jelang Ramadan 2026

Rencana tindak lanjut yang dilakukan antara lain pemeriksaan biometrik bagi PPKS yang tidak memiliki identitas oleh Disdukcapil, pemulangan warga luar Kota Bandung melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Sentra Wyata Guna dan Dinas Perhubungan Kota Bandung.
Serta layanan rehabilitasi sosial lanjutan dan pemberdayaan sosial bagi warga Kota Bandung, baik di dalam maupun di luar panti. Yorisa juga memastikan bahwa kegiatan penjangkauan akan terus dilakukan secara rutin.
"Kegiatan ini akan terus rutin. Jangan sampai memberi ruang untuk adanya PPKS dan sudah tidak ada lagi kotoran manusia yang ditemukan," tutur Yorisa.


















