Rp35 Miliar APBD Jabar Telah Digunakan untuk Beasiswa Pancawaluya

- Rp35 miliar APBD Jabar digunakan untuk beasiswa Pancawaluya pada 2025
- Beasiswa disalurkan kepada 9.401 siswa SMA, SMK, dan SLB dengan bantuan Rp3,6 juta selama masa pendidikan
- Program pendidikan karakter dilakukan di Dodik Rindam III Siliwangi dengan kurikulum khusus yang disesuaikan dengan filosofi Panca Waluya
Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat telah menggelontorkan Rp35 miliar untuk beasiswa Pancawaluya pada 2025. Beasiswa ini disalurkan kepada para peserta dari jenjang SMA, SMK, SLB.
Hal ini diketahui berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.5/Kep.777-Disdik/2025. Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, Beasiswa Personal Pancawaluya dirancang untuk menjamin hak pendidikan bagi seluruh siswa tanpa diskriminasi status sekolah.
"Beasiswa Personal Pancawaluya dirancang untuk membantu peserta didik agar tetap mendapatkan layanan pendidikan tanpa terhambat persoalan ekonomi," kata Purwanto, dikutip Senin (16/2/2026).
1. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp3,6 juta

Menurutnya, proses penetapan penerima dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau siswa yang benar-benar membutuhkan.
Rp35 miliar yang dikucurkan disalurkan kepada 4.641 siswa sekolah negeri dan 4.760 siswa sekolah swasta, sehingga total penerima mencapai 9.401 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB.
"Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp3,6 juta yang diberikan selama masa pendidikannya," ucapnya.
2. Tidak boleh ada anak putus sekolah karena ekonomi

Purwanto menegaskan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dijamin negara. Dengan begitu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menjamin keberlanjutan pendidikan dari anak kelompok rentan dan pembinaan karakter.
"Tidak boleh ada anak Jawa Barat yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Negara harus hadir memastikan semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan," kata dia.
3. Pemprov Jabar juga gelar pendidikan karakter di 2025

Sebelumnya, program pendidikan karakter juga dilakukan Pemprov Jabar selama 2025. Pada gelombang kedua tercatat ada 90 siswa-siswi bermasalah akan menjalani pendidikan berbasis semi militer di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi.
Sekda Jabar, Herman Suryatman menegaskan, program pendidikan karakter di Dodik Rindam III Siliwangi dilakukan dengan kurikulum khusus yang sudah disesuaikan. Artinya, proses pembelajaran normal tetap dilakukan dengan porsi yang sudah disesuaikan.
"Ini namanya Dodik, orang-orang bilang barak militer, tapi barak militernya ini bukan untuk latihan perang ya," ucapnya.
Menurutnya, pendidikan karakter disesuaikan dengan filosofi Panca Waluya dengan tujuan membentuk anak menjadi cageur (sehat jasmani), bageur (berperilaku baik), bener (berintegritas), pinter (cerdas dan berwawasan) serta singer (inisiatif).
"Nanti anak- anak dicek kesehatannya oleh dokter, kedua dicek juga psikologisnya, diberi materi hingga memenuhi poin-poin Panca Waluya," kata Herman.

















