Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Meski Hilal Tak Muncul, Antusias Peserta Padati POB Cibeas di Sukabumi

IMG_1165.jpeg
Antusias warga saat pemantauan hilal penetapan 1 Ramadan di Sukabumi (dok IDN Times)
Intinya sih...
  • Hilal masih di bawah ufuk
    • Berdasarkan pengamatan dan perhitungan hisab, hilal masih di bawah ufuk saat matahari terbenam.
    • Bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari karena ketinggian hilal masih di bawah ufuk.
    • Mendung dan hilal terbenam lebih dulu
      • Hasil rukyat di POB Cibeas menyatakan hilal tidak terlihat.
      • Hilal terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari sehingga mustahil untuk teramati.
      • Hasil dilaporkan ke Kemenag RI
        • Tim rukyat melaporkan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Meski hilal tidak terlihat, antusiasme peserta rukyatul hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas, Kabupaten Sukabumi, tetap tinggi. Sejak sore, tim dari berbagai unsur dan daerah memadati lokasi untuk mengikuti proses pemantauan penentuan awal bulan suci.

Rukyatul hilal dilaksanakan di titik markaz koordinat 7 derajat 4 menit 26,2 detik LS dan 106 derajat 31 menit 52 detik BT. Pemantauan dimulai pukul 18.18 WIB atau setelah matahari terbenam.

Kegiatan ini melibatkan unsur Dewan Hisab Rukyat (DHR) Kabupaten Sukabumi, Kementerian Agama, hingga tim rukyat dari berbagai daerah, termasuk LFNU dan BHR. Hadir pula Hakim PA Cibadak, Ahmad Fadli.

1. Hilal masih di bawah ufuk

ilustrasi hilal (islam.nu.or.id)
ilustrasi hilal (islam.nu.or.id)

Wakil Ketua I Dewan Hisab Rukyat (DHR) Kabupaten Sukabumi Bidang Diklat dan Hisab Rukyat, Zaenurridwan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan hisab, hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

“Untuk Ramadan 1447 Hijriah kali ini, bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari karena ketinggian hilal masih di bawah ufuk. Ketinggiannya masih minus 45 dakikoh,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dengan kondisi tersebut, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sembari menunggu keputusan resmi Menteri Agama RI melalui sidang isbat nasional.

2. Mendung dan hilal terbenam lebih dulu

ilustrasi hilal (alfachriyah.org)
ilustrasi hilal (alfachriyah.org)

Sementara itu, Tim Ahli DHR Kabupaten Sukabumi dari Ponpes Daarul Hakiim Cibatu Cikembar, KH. Aceng Mahmud, menyampaikan bahwa hasil rukyat di POB Cibeas menyatakan hilal tidak terlihat.

“Hasil rukyatul hilal di POB Cibeas, hilal tidak terlihat. Secara posisi, ketinggian hilal masih minus ketika ghurub syams,” kata KH. Aceng Mahmud.

Ia menjelaskan, secara teknis hilal terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari sehingga mustahil untuk teramati. Meski demikian, pelaksanaan rukyat berjalan lancar.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Pesertanya membludak, banyak yang hadir dari berbagai kota bahkan dari pusat. Untuk Ramadan kali ini, kami mengimbau kepada umat Islam agar menjaga kesatuan dan kebersamaan,” tambahnya.

3. Hasil dilaporkan ke Kemenag RI

ilustrasi hilal (islam.nu.or.id)
ilustrasi hilal (islam.nu.or.id)

Tim rukyat yang terlibat antara lain Ketua DHR Kabupaten Sukabumi H. Dede Sudanta, Kasi Bimais Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Deddy Wijaya, KH. Muhammad Ansori Fudholi, KH. Ismatullah Syarif, KH. Aceng Mahmud Ridwan, KH. Asep Saprudin, serta tim rukyat dari Kemenag dan LFNU.

Hasil rukyatul hilal ini selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia untuk dibahas dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah secara nasional.

Meski hilal belum menampakkan diri, semangat menyambut bulan suci di Sukabumi tetap terasa kuat. Antusiasme peserta menjadi gambaran bahwa Ramadan selalu dinanti, apa pun hasil rukyatnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

400 Masjid Jamaah Muhammadiyah di Jabar Mulai Gelar Tawarih Ramadan Malam Ini

17 Feb 2026, 20:11 WIBNews