Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KDM Menduga Karhutla Gunung Ciremai Dipicu Pembakaran Ilalang
Dok. Istimewa
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menduga karhutla Gunung Ciremai dipicu pembakaran ilalang saat persiapan musim tanam, serta menegaskan praktik tersebut tidak boleh dilakukan lagi.

  • Dedi menyebut sekitar 30 hektare kawasan TNGC terbakar, dengan sisa titik api sekitar 20 persen yang dinilai berada di lokasi tidak terlalu rawan.

  • Balai TNGC belum menyimpulkan penyebab kebakaran tanpa riset; api dinilai kecil kemungkinan muncul alami, sementara uji puntung rokok belum memicu rambatan api.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kemarin

Penanganan karhutla di TNGC menyisakan sekitar 20 persen titik api yang tidak terlalu rawan.

Sabtu (24/10/2026)

Dedi Mulyadi menduga karhutla Gunung Ciremai dipicu pembakaran ilalang untuk persiapan tanam. Ia menyebut luas area terbakar mencapai 30 hektare.

menjelang November

Petani biasanya mulai mempersiapkan lahan untuk ditanami. KDM menduga pembakaran ilalang dalam kegiatan itu berpotensi memicu kebakaran hutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Area terbakar tercatat sekitar 30 hektare, dengan sisa penanganan dilaporkan sekitar 20 persen pada titik api yang tidak terlalu rawan.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai melalui Eska Nata Suryana, petugas penanganan kebakaran, warga, serta petani di sekitar kawasan menjadi pihak yang berkaitan.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan Dedi Mulyadi dikutip pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kebakaran telah ditangani hingga menyisakan titik-titik api tertentu.
  • Why?
    Dedi Mulyadi menduga kebakaran berkaitan dengan pembakaran ilalang untuk persiapan lahan tanam menjelang November. Balai TNGC menyatakan penyebabnya masih menunggu penelitian dan pembuktian.
  • How?
    Menurut indikasi awal Balai TNGC, kebakaran memerlukan bahan bakar, panas atau sumber pemicu, serta unsur pendukung pembakaran. Petugas masih melakukan pembuktian penyebab, sementara dugaan pembakaran ilalang belum menjadi kesimpulan resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebakaran terjadi di hutan Gunung Ciremai. Pak Dedi Mulyadi menduga ada orang membakar ilalang saat mau menanam. Api membakar 30 hektare tanah. Sekarang tinggal sekitar 20 persen titik api. Petugas belum tahu pasti penyebabnya dan masih mencari bukti. Pak Dedi juga memberi hadiah Rp10 juta untuk info pencuri kayu sonokeling.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan karhutla di Gunung Ciremai menunjukkan perkembangan yang cukup terkendali, dengan sebagian besar area terdampak telah ditangani dan titik api tersisa berada di lokasi yang tidak terlalu rawan. Di saat yang sama, pendekatan berbasis riset serta pelibatan masyarakat untuk mengungkap pencurian sonokeling mencerminkan perhatian terhadap perlindungan kawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai berkaitan dengan aktivitas pembakaran ilalang oleh warga menjelang musim tanam. Kebiasaan tersebut dinilai KDM berbahaya karena berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan.

KDM mengatakan, menjelang November, sebagian petani biasanya mulai mempersiapkan lahan untuk ditanami. Namun, ia menduga ada pihak yang membersihkan lahan dengan cara membakar ilalang sehingga berpotensi memicu kebakaran.

"Ya mungkin ada yang bakar ilalang, karena mau menjelang November kan orang biasa petani suka nanam. Jadi nanti enggak boleh lagi," kata Dedi dikutip Sabtu (24/10/2026).

1. Ada pencuri kayu Sonokeling

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain menyoroti dugaan pembakaran ilalang, Dedi juga mengajak masyarakat menemukan pelaku pencurian kayu sonokeling di kawasan tersebut. Dia menyiapkan hadiah Rp10 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat mengenai pelaku pencurian kayu sonokeling.

"Dan kemarin juga saya umumkan, kan suka ada pencurian sonokeling. Siapa yang bisa nanti menyampaikan informasi para pencuri sonokeling, saya kasih hadiah Rp10 juta," katanya.

KDM pun meluruskan informasi mengenai luas lahan yang terbakar dari Karhutla tersebut. Dia mengatakan, luas area yang terbakar di TNGC tercatat 30 hektare.

"Yang terbakar 30 hektar, dan yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan," kata KDM.

2. Api tidak mungkin membakar begitu saja

Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)

Sementara itu Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC, Eska Nata Suryana mengatakan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum terdapat hasil penelitian atau pembuktian.

"Kalau untuk penyebabnya, kami tidak bisa berspekulasi. Karena harus semuanya by riset," ujar Eska.

Meski belum menyimpulkan penyebabnya, Eska menilai, peristiwa ini besar kemungkinan tidak terjadi secara alamiah dari matahari langsung. Dia mengatakan, ada pemantik lainnya yang membuat terjadinya Kahrutla tersebut.

"Kalau lihat kondisi hutan di kita, terutama di Taman Nasional Gunung Ciremai, itu sangat kecil kemungkinan api itu muncul sendiri," katanya.

3. Petugas sudah melakukan pengujian dengan puntung rokok

ANTARA FOTO/Satgas Karhutla

Dia menjelaskan, secara teori kebakaran dapat terjadi ketika terdapat tiga unsur dalam segitiga api, yakni bahan bakar, panas atau sumber pemicu, dan unsur pendukung pembakaran. Namun, ilegal itu masih sebatas indikasi awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab karhutla.

"Indikasi awal, tapi memang perlu pembuktian juga," kata Eska.

Eska menceritakan adanya beberapa pengujian yang pernah dilakukan oleh petugas untuk melihat kemungkinan puntung rokok menjadi pemicu kebakaran di kondisi hutan Gunung Ciremai.

Menurut dia, ketika puntung rokok yang masih menyala dilemparkan ke material di kawasan hutan dan ditunggu, api tidak sampai merambat ke bahan bakar di sekitarnya.

"Beberapa kali teman juga melakukan tes. Ketika melemparkan bekas rokok, puntung rokok yang masih menyala, ditungguin, itu tidak sampai menyala," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article