Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Katadata Siapkan Indeks ESG Baru untuk Pertimbangan Investor
Ilustrasi indeks saham (pexels.com/pixabay)
  • Katadata menyiapkan KESGI 50, indeks berisi 50 emiten dengan kinerja keberlanjutan dan kondisi fundamental, untuk menjadi acuan pertimbangan investasi.
  • Indeks ini menggabungkan performa ESG, kualitas fundamental, kelayakan pasar seperti likuiditas dan free float, serta valuasi pasar dalam proses penilaiannya.
  • KESGI 50 memakai data ESG berbasis konteks Indonesia dan direncanakan meluncur di BEI, melanjutkan dashboard Katadata ESG Insight yang diperkenalkan April 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN TImes - Katadata memperkenalkan rencana peluncuran Katadata ESG 50 Index atau KESGI 50 dalam gelaran Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2026. Indeks tersebut akan memuat 50 emiten yang dinilai berdasarkan aspek keberlanjutan sekaligus kondisi fundamental perusahaan.

Rencana tersebut disampaikan dalam pembukaan Katadata SAFE 2026 yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026). Memasuki tahun ketujuh, forum keberlanjutan ini mengusung tema The Green Changer dan membahas sejumlah isu ekonomi serta keberlanjutan yang berkembang.

Co-founder sekaligus CEO Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan keberlanjutan perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata, baik melalui kebijakan pemerintah maupun kegiatan usaha di berbagai sektor. Menurutnya, forum SAFE dapat menjadi ruang untuk membicarakan langkah konkret terkait isu tersebut.

“Mudah-mudahan kita semua bisa membicarakan banyak hal, mungkin saya ingin titip, agar bisa membicarakan hal-hal yang konkret,” kata Metta saat pembukaan Katadata SAFE 2026 di Jakarta, dalam siaran pers yang diterima IDN Times Rabu (16/9/2026).

1. KESGI 50 disiapkan sebagai acuan investor

Katadata Siapkan Indeks ESG Baru untuk Pertimbangan Investor (Dok. Katadata ESG Insight)

Dalam kesempatan tersebut, Metta mengungkapkan Katadata akan segera meluncurkan Katadata ESG 50 Index atau KESGI 50. Indeks ini dirancang berisi 50 emiten yang memiliki performa keberlanjutan sekaligus kondisi finansial yang menjadi pertimbangan dalam keputusan investasi.

“Jadi 50 emiten ini akan menjadi acuan untuk orang bisa berinvestasi,” ujar Metta.

Rencana peluncuran KESGI 50 merupakan kelanjutan dari Katadata ESG Insight yang telah diperkenalkan pada April 2026. Dashboard tersebut membantu emiten melihat kinerja keberlanjutan melalui sekitar 100 indikator, sementara KESGI 50 direncanakan diluncurkan dalam waktu dekat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. Indeks menggabungkan ESG dan fundamental

ilustrasi indeks pasar saham (pexels.com/Kindel Media)

Co-founder dan Chief Content Officer Katadata Heri Susanto menjelaskan, investor selama ini dapat menghadapi pilihan antara emiten dengan kinerja ESG yang baik tetapi profitabilitas dan likuiditas saham belum optimal, atau perusahaan dengan fundamental kuat tetapi kinerja ESG belum optimal.

“Selain informasi performa ESG, investor juga butuh informasi emiten ESG mana yang juga memiliki fundamental sehat dan bankable. KESGI 50 hadir untuk menjembatani dua kebutuhan itu sekaligus,” kata Heri.

KESGI 50 menggunakan tiga lensa fundamental, yakni performa ESG berdasarkan metodologi Katadata ESG Insight (KESGI), kualitas fundamental emiten, serta kelayakan pasar yang mencakup likuiditas dan free float. Indeks tersebut juga memasukkan market valuation untuk membedakan perusahaan berkualitas dengan valuasi yang dinilai menarik.

3. Data lokal jadi salah satu pembeda indeks

Katadata Siapkan Indeks ESG Baru untuk Pertimbangan Investor (Dok. Katadata ESG Insight)

Heri menempatkan KESGI 50 sebagai pelengkap indeks ESG yang telah tersedia di BEI, termasuk IDX ESG Leaders dan ESG Quality 45 IDX KEHATI. KESGI 50 diarahkan menggunakan data ESG berbasis konteks Indonesia dan menghubungkannya dengan kondisi pasar.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk memberikan informasi yang dapat membantu investor dalam mempertimbangkan alokasi investasi. Pada saat yang sama, perusahaan yang masuk dalam indeks diharapkan memiliki dorongan untuk terus meningkatkan pengungkapan ESG dan fundamental bisnis.

“Bagi investor, KESGI 50 menjadi filter yang lebih andal untuk emiten yang ESG-nya sehat sekaligus performa finansial yang andal. Bagi emiten, masuk dalam 50 konstituen ini menjadi insentif nyata untuk terus memperbaiki disclosure ESG dan fundamental bisnisnya,” pungkas Heri.

Katadata SAFE 2026 berlangsung pada 16–17 September 2026 di Sequis Tower, SCBD, Jakarta, yang merupakan salah satu gedung berlabel green building. Selain membahas KESGI 50, forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai isu keberlanjutan, termasuk rencana ekspor listrik dan berbagai tantangan sektoral.

Curated For You

Editorial Team

Related Article