Jemaah Umrah Jabar Dipastikan Tidak Terdampak Konflik Timur Tengah

- Jemaah umrah asal Jawa Barat dipastikan aman dan tidak terdampak langsung konflik Timur Tengah, dengan aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah tetap berjalan normal.
- Penerbangan Saudi Airlines masih sesuai jadwal, sementara beberapa maskapai seperti Qatar dan Emirates hanya mengalami penundaan tanpa pembatalan total.
- Kemenhaj Jabar mengimbau calon jemaah menunda keberangkatan hingga situasi kondusif, sambil terus berkoordinasi dengan otoritas haji dan KJRI di Jeddah untuk memastikan keamanan.
Bandung, IDN Times - Jemaah umrah asal Jawa Barat dipastikan tidak terdampak langsung konflik atau perang yang kini terjadi di wilayah Timur Tengah yaitu antara Iran-Israel-Amerika. Beberapa jemaah ada yang masih melangsungkan ibadah dan baru datang ke tanah suci beberapa hari kemarin.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian mengatakan, tidak ada jemaah umrah asal Jabar yang tertahan di Makkah, maupun Madinah imbas dinamika konflik di Timur Tengah, aktivitas ibadah pun tetap berjalan normal, sebab konflik tidak berdampak langsung ke Tanah Suci.
"Untuk jemaah umrah sampai saat ini tidak ada permasalahan. Konfliknya tidak langsung sampai ke Makkah dan Madinah," ujar Boy, Senin (2/3/2026).
1. Bukan tertahan melainkan belum waktunya pulang

Selain itu, penerbangan Saudi Airlines dikatakan Boy, masih berjalan sesuai jadwal. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, jemaah asal Jawa Barat tetap pulang ke Indonesia sesuai agenda kepulangan masing-masing.
Mengenai kabar 58.000 WNI yang disebut tertahan di Arab Saudi, Boy meluruskan, mereka bukan tertahan, tapi memang masih menjalankan ibadah dan belum memasuki jadwal kepulangan.
"Itu bukan tertahan, memang belum jadwalnya pulang. Ada yang baru datang, ada yang masih melaksanakan umrah. Umrah itu ada yang 9 hari, ada yang 12 hari, jadi sesuai jadwal," katanya.
2. Ada beberapa jemaah yang tertunda keberangkatannya

Berdasarkan data yang diterima Boy dari Kemenhaj pusat, diperkirakan sekitar 4.000 hingga 5.000 jemaah asal Jawa Barat masih berada di Makkah dan Madinah. Jumlah tersebut berangsur berkurang mengikuti jadwal kepulangan masing-masing.
Boy mengakui, ada beberapa penerbangan yang mengalami penundaan, terutama maskapai seperti Qatar dan Emirates. Namun penundaan tersebut bukan pembatalan total, tapi hanya penjadwalan ulang.
"Yang tertunda itu yang memakai Qatar dan Emirates. Itu pun tidak dibatalkan, hanya ditunda kepulangannya," ucapnya.
3. Mengimbau agar tidak berangkat umrah sampai situasi kondusif

Maskapai seperti Lion, Garuda, dan Saudi Airlines, kata Boy, masih berjalan normal, namun dia mengimbau agar calon jemaah yang akan berangkat ke tanah suci untuk umrah ada baiknya ditunda terlebih dahulu hingga situasi benar-benar kondusif.
"Kami mengimbau jemaah yang akan berangkat untuk menunda dulu sampai situasi benar-benar kondusif," katanya.
Imbauan tersebut juga disampaikan kepada penyelenggara perjalanan umrah (PPU) dan jemaah mandiri..Kanwil Kemenhaj Jabar juga terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji dan KJRI di Jeddah.
"Alhamdulillah, berdasarkan laporan dan komunikasi kami dengan jemaah di sana, kondisi aman. Di Makkah dan Madinah tidak terlalu terdampak," kata dia.


















![[QUIZ] Bekasi–Sukabumi Jadi Kawasan Industri Elektronik, Kamu Tahu?](https://image.idntimes.com/post/20260118/industri-padat-karya_9ad2f1cb-63d3-47e2-809e-7c7c48957ad8.png)