Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Wukuf, Jemaah Haji Kota Bandung Mulai Bergerak ke Arafah
Jemaah Haji dari Kloter 27 KJT Kota Bandung bersiap bergerak ke Arafah untuk menjalani rangkaian puncak haji, Senin (25/5/2026). (Dok.Istimewa)
  • Sebanyak 1.744 jemaah haji asal Kota Bandung mulai bergerak ke Arafah dalam tiga gelombang, dengan seluruh peserta Kloter KJT 27 dilaporkan sehat dan siap menjalani wukuf.
  • Penerapan sistem satu syarikah per kloter membuat koordinasi, distribusi layanan, dan pengawasan jemaah lebih tertib dibanding tahun sebelumnya, didukung kesiapan petugas PPIH Arab Saudi yang sigap.
  • Sistem pembayaran dam kini dipusatkan melalui lembaga resmi Adahi senilai 720 riyal Saudi, menjadikan administrasi ibadah lebih jelas dan teratur bagi seluruh jemaah Kloter KJT 27.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebanyak 1.744 Jemaah haji asal Kota Bandung mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah, Senin(25/5/2026). Pergerakan ribuan jemaah haji Indonesia ke Arafah ini untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Jemaah haji akan mulai bergerak menggunakan bus dibagi dalam tiga gelombang keberangkatan yang diatur oleh markaz dan syarikah di Arab Saudi.

Pembimbing Ibadah Haji Kloter KJT 27 Kota Bandung (Embarkasi Kertajati), Dr. KH. Ucup Pathudin Al Maarif, M.Ag. mengatakan, seluruh jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Arafah pada 8 Zulhijah atau Senin (25/5/2026) sejak pagi waktu Arab Saudi.

"Trip pertama pukul 07.00, kemudian trip kedua pukul 09.00, dan trip ketiga pukul 11.00. Ditargetkan seluruh jemaah haji Indonesia sudah sampai di Arafah sebelum zuhur," kata Ucup saat dihubungi IDN Times.

Menurut dia, pola keberangkatan bertahap tersebut membuat proses mobilisasi jemaah menjadi lebih tertib dibanding pelaksanaan haji tahun sebelumnya. Ia berharap tidak ada hambatan besar selama perjalanan menuju Arafah, termasuk kemacetan di jalur utama.

1. Jemaah Kloter KJT 27 dalam kondisi sehat

Pembimbing Ibadah Kloter KJT 27 Kota Bandung (Embarkasi Kertajati), Dr. KH. Ucup Pathudin Al Maarif, M.Ag.

Ucup memastikan seluruh jemaah asal Kota Bandung dalam kondisi sehat menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah. Dari total 439 jemaah yang tergabung dalam Kloter KJT 27, tidak ada satu pun yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan Arab Saudi.

"Alhamdulillah sehat. Tidak ada yang dirawat di KKHI maupun rumah sakit Arab Saudi," katanya.

Meski demikian, sejumlah jemaah tetap berada dalam pemantauan tim kesehatan kloter karena memiliki riwayat penyakit tertentu. Namun kondisinya masih stabil dan dinyatakan mampu menjalani rangkaian ibadah haji.

Dari total jemaah, sebanyak 87 orang diberangkatkan langsung menuju Arafah. Sementara sisanya lebih dahulu bergerak ke Mina melalui program Tarwiyah bersama kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) masing-masing.

Ucup juga mengapresiasi kedisiplinan jemaah yang mengikuti arahan petugas, termasuk jemaah yang diminta tidak mengikuti Tarwiyah karena alasan kesehatan.

"Ada jemaah yang semula akan ikut Tarwiyah, tapi setelah ada diagnosis dokter akhirnya tidak diizinkan. Alhamdulillah jemaah mengikuti arahan petugas," ujarnya.

2. Sistem satu syarikah dinilai jauh lebih tertib

Ilustrasi. Ribuan jemaah haji berada di padang Arafah dalam pelaksanaan puncak Haji 2025. (IDN Times/Yogi Pasha)

Menurut Ucup, salah satu perubahan paling signifikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah penerapan sistem satu syarikah dalam satu kloter. Pada pelaksanaan haji tahun sebelumnya, satu kloter bisa terpecah ke beberapa syarikah berbeda sehingga koordinasi menjadi lebih sulit dilakukan.

"Tahun ini meskipun hotel terpisah, tapi tetap satu syarikah. Itu sangat terkendali," katanya.

Ia menilai sistem tersebut membuat mobilisasi jemaah, distribusi makanan, hingga pengawasan petugas menjadi jauh lebih mudah dan tertib.

Kloter KJT 27 sendiri ditempatkan di dua hotel berbeda, yakni Hasan Salim Al Jabri 2 dan Hasan Salim Al Jabri 3. Mayoritas jemaah Kota Bandung berada di Hotel Hasan Salim Al Jabri 3 sehingga koordinasi antarrombongan lebih mudah dilakukan.

"Kami bersyukur satu hotel diisi satu kloter. Jadi tidak bersinggungan dengan kloter lain," ujar Ucup.

Sementara sebanyak 42 jemaah lainnya bergabung dengan kloter asal Tasikmalaya di hotel berbeda. Selain sistem syarikah, Ucup juga memuji kesiapan petugas PPIH Arab Saudi yang dinilai jauh lebih sigap dibanding tahun sebelumnya.

"Kesigapan para petugas luar biasa sekali. Jauh sekali dibanding tahun lalu," ucapnya.

Ia menyebut para petugas haji Arab Saudi aktif memberikan penguatan dan arahan kepada tim kloter sehingga pelayanan kepada jemaah berjalan lebih baik.

3. Pembayaran dam haji kini lebih terpusat

Ribuan jemaah haji dari berbagai negara melaksanakan ibadah di Masjid Haram. (IDN Times/Yogi Pasha)

Hal lain yang dinilai lebih tertib tahun ini adalah sistem pembayaran dam. Jika pada musim haji sebelumnya masih banyak alternatif pembayaran, kini seluruh pembayaran dipusatkan melalui Adahi, lembaga resmi yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi.

"Tahun ini pembayaran dam dimobilisasi di Adahi dengan nilai 720 riyal Saudi," kata Ucup.

Ia memastikan seluruh jemaah dan petugas Kloter KJT 27 melakukan pembayaran dam melalui lembaga tersebut. Hanya jemaah tertentu yang memilih mengganti dam dengan puasa atau menjalankan haji ifrad yang tidak melakukan pembayaran.

Menurut Ucup, sistem pembayaran terpusat tersebut membuat proses administrasi menjadi lebih jelas dan tertib dibanding sebelumnya.

Ia berharap seluruh rangkaian puncak ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah asal Kota Bandung dapat menjalankan ibadah dengan sempurna.

"Mudah-mudahan kami diberi kelancaran dan seluruh jemaah bisa menyelesaikan amaliah ibadah secara tertib serta menjadi haji yang mabrur," katanya.

Editorial Team

Related Article