ilustrasi menginap di hotel (freepik.com/lifeforstock)
BPS juga mencatat adanya peningkatan pada rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di Kota Cirebon pada bulan yang sama, yang kini mencapai rata-rata 1,41 hari. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan RLMT bulan sebelumnya yang berada di angka 1,39 hari.
Walaupun peningkatan tersebut tampak kecil, Aris menekankan pentingnya memperbaiki TPK secara berkelanjutan, karena hal ini berkaitan langsung dengan upaya memajukan perekonomian daerah, terutama melalui sektor pariwisata.
Untuk mendukung peningkatan sektor pariwisata, Pemerintah Kota Cirebon saat ini telah menyiapkan lima destinasi wisata utama.
Destinasi tersebut adalah Museum Topeng Wong yang terletak di Balai Kota Cirebon, Kampung Wisata Kacirebonan, kawasan Gedung Bundar yang berada di Taman Kebumen, Kampung Arab Panjunan, serta Wisata Heritage Gedung BAT.
Dengan adanya destinasi-destinasi ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, berharap Kota Cirebon dapat menjadi magnet bagi para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Agus optimistis, destinasi wisata baru di Cirebon akan memberikan warna tersendiri dan meningkatkan daya tarik kota ini. Diharapkan pula, kunjungan wisatawan akan terus mengalami peningkatan, sehingga Cirebon dapat menjadi destinasi wisata pilihan utama di Jawa Barat.
"Harapan kami, Kota Cirebon dapat menjadi rujukan wisata utama bagi para wisatawan yang tengah berkunjung ke Jawa Barat,” ujar Agus.
Ia juga menambahkan, program-program tersebut dirancang untuk membawa manfaat langsung bagi perekonomian masyarakat setempat serta menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi kota.