Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkenalkan dua alat tes COVID-19 hasil penelitian dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Alat tes ini bernama Rapid Test 2.0 dan Surface Plasmon Resonance (SPR) di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatikan Unpad, Kota Bandung.
Rapid Test 2.0 memiliki akurasi yang lebih tinggi dibanding alat rapid tes sebelumnya. Akurasi hasil Rapid Test 2.0 mencapai 80 persen. Ini karena Rapid Test 2.0 tidak menguji sampel darah, tetapi swab.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, rapid test yang selama ini digunakan hanya mendeteksi keberadaan benda asing di dalam tubuh melalui antibodi, namun tidak spesifik ke virus.
"Kalau yang Rapid Test 2.0 ini menggunakan antigen, jadi virusnya ketemu," kata dia melalui siaran pers, Kamis (14/5).
