Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Insinyur se-ASEAN Kumpul di Bandung, Lihat Teknologi dari Indonesia
Kegiatan Insinyur se-ASEAN di Kota Bandung. Dok Istimewa
  • PII menggelar CAFEO 44 di Bandung pada 20-22 Oktober 2026, mempertemukan insinyur, akademisi, industri, dan pemangku kepentingan dari 11 negara ASEAN.

  • Bandung dipilih karena ekosistem pendidikan, riset, teknologi, industri strategis, dan inovasinya; delegasi juga mengunjungi delapan lokasi teknologi serta industri Indonesia.

  • Konferensi bertema industrialisasi inklusif dan berkelanjutan ini mendorong kolaborasi ASEAN agar teknologi menciptakan peluang, menjaga lingkungan, dan menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Para insinyur dari 11 negara ASEAN berkumpul di Bandung sampai 22 Oktober 2026. Mereka datang untuk bicara tentang teknologi dan masa depan. Mereka juga akan melihat kampus ITB, kereta, pesawat, obat, dan tempat lain. Mereka ingin bekerja bersama supaya teknologi bisa membantu orang dan menjaga lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
CAFEO 44 menempatkan Bandung sebagai ruang perjumpaan yang memperlihatkan kekuatan ekosistem pendidikan, riset, industri, dan inovasi Indonesia kepada delegasi ASEAN. Kunjungan langsung ke berbagai institusi dan perusahaan memberi dimensi praktis pada dialog keinsinyuran, sementara agenda kolaborasi, lingkungan, sosial, serta keterlibatan insinyur perempuan dan muda mencerminkan perhatian pada manfaat teknologi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kota Bandung kembali menjadi tempat bertemunya para insinyur dari kawasan Asia Tenggara. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) resmi menggelar 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) di Bandung, Jawa Barat, mulai Selasa (20/10/2026).

Konferensi yang berlangsung hingga 22 Oktober 2026 ini mempertemukan pemimpin organisasi keinsinyuran, insinyur, akademisi, pelaku industri, hingga pemangku kepentingan dari 11 negara ASEAN. Tahun ini, CAFEO 44 mengangkat tema "Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity through Inclusive and Sustainable Industrialisation."

Berbeda dari konferensi yang hanya mempertemukan para ahli di dalam ruangan, CAFEO 44 juga membawa para delegasi melihat langsung sejumlah lokasi yang merepresentasikan perkembangan teknologi dan keinsinyuran di Indonesia.

1. Bandung dipilih karena punya ekosistem teknologi dan inovasi

Insinyur se-ASEAN Dikumpulkan di Bandung, Lihat Teknologi Karya Indonesia. IDN Times/Debbie Sutrisno

Pemilihan Bandung sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki ekosistem yang mempertemukan pendidikan, riset, teknologi, industri strategis, dan inovasi.

Ketua Umum PII sekaligus Chairman ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, mengatakan Bandung memiliki tradisi pendidikan, kreativitas, dan inovasi yang kuat.

"Bandung merupakan sebuah kota dengan tradisi pendidikan, kreativitas, dan inovasi yang bangga," ujar Ilham dalam pembukaan CAFEO 44.

Menurutnya, Bandung juga memiliki keterkaitan kuat dengan perkembangan teknologi dan industri strategis. Hal tersebut membuat kota ini dinilai cocok menjadi lokasi pertemuan insinyur dari berbagai negara ASEAN.

"Jadi kita berhubungan dengan Bandung, yang merupakan epicenter di Indonesia untuk teknologi, inovasi, dan inovasi," katanya.

2. Delegasi ASEAN bakal melihat langsung teknologi Indonesia

Insinyur se-ASEAN Dikumpulkan di Bandung, Lihat Teknologi Karya Indonesia. IDN Times/Debbie Sutrisno

CAFEO 44 tak hanya diisi dengan diskusi mengenai keinsinyuran. Para delegasi juga dijadwalkan mengikuti kunjungan teknis ke sejumlah lokasi di Bandung dan sekitarnya.

Ada delapan lokasi yang menjadi tujuan kunjungan, yakni Institut Teknologi Bandung, PT KAI, PT Pindad, Museum Geologi, Balai Kota Bandung, PT Dirgantara Indonesia, PT Bio Farma, dan Bumi Herbal Dago.

Kunjungan tersebut dirancang agar pembahasan mengenai keinsinyuran tidak berhenti pada forum konferensi, tetapi bisa melihat penerapannya secara langsung di lapangan.

Selain kunjungan teknis, agenda hari kedua juga diisi engineering conference, working group, engineering workshop, Women Engineers Summit, dan Young Engineers Festival.

Sementara itu, hari ketiga akan diisi dengan kegiatan lingkungan dan sosial, termasuk penanaman pohon, Indonesia Spices Experience, pertemuan AFEO Governing Board, hingga kegiatan budaya sebelum konferensi ditutup.

3. Insinyur ASEAN didorong tak cuma bicara, tapi menghasilkan solusi

Insinyur se-ASEAN Dikumpulkan di Bandung, Lihat Teknologi Karya Indonesia. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ilham mengatakan perkembangan teknologi harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurut dia, kemajuan industri tidak cukup hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi.

Teknologi juga harus menciptakan peluang, menjaga lingkungan, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

"Biarkan CAFEO 44 menjadi lebih daripada perjumpaan teknologi. Biarkan itu menjadi platform untuk aktifitas, pasangan yang lebih kuat, dan penyelesaian yang benar untuk ASEAN," ujar Ilham.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN. Menurutnya, keberagaman latar belakang justru dapat menjadi sumber inovasi apabila dikembangkan melalui kerja sama.

CAFEO 44 diharapkan tidak berhenti setelah konferensi berakhir. Para delegasi didorong membawa pulang komitmen, inisiatif praktis, dan kolaborasi yang dapat menghasilkan solusi nyata di kawasan ASEAN.

"Karena masa depan ASEAN bukan hanya akan diimajinasi, tetapi akan juga diengeniasi. Bersama-sama, untuk kebaikan manusia," kata Ilham.

Curated For You

Editorial Team

Related Article