Bandung, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Juli 2026 mencapai 2,72 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,96. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebesar 2,03 persen, menunjukkan tekanan harga masih terjadi di berbagai sektor pengeluaran masyarakat.
Mengutip laporan BPS Jabar yang dirilis, Senin (3/8/2026), secara bulanan Jawa Barat justru mengalami deflasi 0,05 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) hingga Juli 2026 tercatat sebesar 1,64 persen. Kondisi tersebut menunjukkan harga sejumlah komoditas memang mengalami penurunan dibandingkan Juni, namun secara tahunan masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Inflasi tahunan di Jawa Barat dipicu oleh kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kenaikan paling besar terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, transportasi, serta makanan, minuman, dan tembakau. Sementara dari sisi komoditas, emas perhiasan, bensin, minyak goreng, dan beras menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan harga sepanjang satu tahun terakhir.
