Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Imbas Kemarau Panjang, Warga Sukabumi Serbu Bantuan 13 Ribu Liter Air Bersih
Warga serbu bantuan air bersih di musim kemarau panjang di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
  • Kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi membuat ratusan kepala keluarga kesulitan mengakses air bersih, sehingga BPBD menyalurkan bantuan ke daerah dengan sumber air menyusut.
  • BPBD mendistribusikan 5.000 liter air di Kampung Mulya Baru, Cisolok, serta 8.000 liter di Desa Cimaja, Cikakak, yang menjangkau sekitar 200 kepala keluarga.
  • Distribusi air melibatkan BPBD, P2BK, Forkopimcam Cikakak, pengurus RT/RW, aparat desa, dan warga untuk memastikan penyaluran berjalan tertib serta tepat sasaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membuat ratusan kepala keluarga kesulitan mendapatkan akses air bersih. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menyalurkan puluhan ribu liter air bersih ke wilayah terdampak.

Penyaluran bantuan ini berfokus pada daerah-daerah yang mengalami penyusutan sumber air secara signifikan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terenuhi.

1. Pasokan 5.000 liter air diserbu warga Kampung Mulya Baru Cisolok

Warga serbu bantuan air bersih di musim kemarau panjang di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Penyaluran air bersih pertama di Kampung Mulya Baru RT 05/RW 05, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok. Di lokasi ini, BPBD menurunkan armada tangki untuk mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih langsung kepada warga yang sudah mengantre sejak pagi.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk merespons krisis air bersih yang membelit warga Cisolok.

"Kami mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih khusus untuk warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Cisolok. Langkah ini merupakan bentuk penanganan cepat BPBD dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar air bersih masyarakat yang kian menipis," ujar Daeng, Jumat (23/10/2026).

2. Bantuan 8.000 liter air menyasar 200 KK di Desa Cimaja Cikakak

Warga serbu bantuan air bersih di musim kemarau panjang di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Tak berhenti di Cisolok, armada BPBD kemudian bergerak menuju lokasi kedua di Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak. Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan menggunakan satu unit tangki ke dua titik krusial, yakni Kampung Cihaur RT 001/RW 005 dan Kampung Gombong RT 002/RW 007.

Bantuan air bersih di lokasi kedua ini berhasil mencakup sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak musim kemarau.

"Untuk wilayah Desa Cimaja di Kecamatan Cikakak, kami menyalurkan total 8.000 liter air bersih yang menjangkau 200 kepala keluarga. Pendistribusian dilakukan di dua titik lokasi agar penyalurannya merata dan tepat sasaran," ungkap Daeng.

3. Libatkan berbagai instansi dan relawan

Warga serbu bantuan air bersih di musim kemarau panjang di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Proses distribusi air bersih ini tidak hanya melibatkan petugas BPBD saja, melainkan juga berkolaborasi rapat dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), unsur Forkopimcam Cikakak, hingga pengurus RT dan RW setempat. Keterlibatan aparat desa dan masyarakat membuat proses pengisian wadah air berjalan tertib tanpa kendala berarti.

Daeng menyampaikan apresiasi atas sinergitas seluruh pihak di lapangan yang membantu kelancaran kegiatan.

"Kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar berkat kerja sama yang baik antara petugas BPBD, P2BK, unsur Forkopimcam, serta pengurus RT/RW dan warga setempat. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini sehingga bantuan dapat langsung dirasakan manfaatnya untuk kebutuhan harian warga," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article