Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Minyakita di Bandung Tembus Rp20 Ribu, Ini Penyebab

Harga Minyakita di Bandung Tembus Rp20 Ribu, Ini Penyebab
Penjualan Minyakita di pasar tradisional. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Harga Minyakita di Bandung naik hingga lebih dari Rp20.000 per liter akibat sebagian besar distribusi, sekitar 70 persen, mengikuti mekanisme pasar di luar kendali Bulog.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menemukan hanya 30 persen pasokan Minyakita yang dijaga sesuai HET melalui mitra Bulog, sementara pedagang lain kesulitan jadi mitra karena syarat administrasi dan pembayaran tunai.
  • Banyak pedagang memilih menjual minyak merek lain karena suplai lebih mudah didapat dibandingkan Minyakita dari Bulog yang terbatas dan belum ditawarkan langsung ke mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Harga Minyakita yang seharusnya dibandrol Rp15.700 per liter di tingkat pedagang. Namun, kini harga Minyakita melambung hingga lebih dari Rp20.000 per liter. Kenaikan harga tersebut seiring dengan kenaikan minyak merek lain baik di pasar tradisional maupun pasar modern.

Mendapat data tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar salah satunya di Pasar Sederhana, Senin (20/4/2026). Di sana dia berbincang dengan sejumlah pedagang yang menjual Minyakita.

Menurutnya, kenaikan harga di pedagang dikarenakan mekanisme dari pasar. Produk Minyakita yang bisa ditahan harganya sesyai dengan HET dari Bulog cuman 30 persen saja, sedangkan sisanya 70 persen itu tidak sulit diatur.

"Faktanya, Kementerian Perdagangan memberikan jatah distribusi kepada Bulog sebesar 30 persen dari Minyakita. Sementara itu, 70 persen lainnya tetap didistribusikan melalui mekanisme pasar. Artinya, harga Rp15.700 tetap terjaga selama itu merupakan ritel mitra Bulog," kata Farhan.

1. Tak semua ritel jadi mitra Bulog

IMG_20260420_084144.jpg
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dari diskusi dengan sejumlah pedagang memang tidak semua yang bekerjasama atau menjadi Bulog. Ada beberapa persoalan yang membuat mereka memilik produk Minyakita dari produsen lain.

Pertama, masalah administrasi. Pedagang harus mengisi berbagai persyaratan secara daring agar bisa menjadi mitra. Untuk mengantisipasi kesulitan, Pemkot Bandug akan menerjunkan petugas membantu kemudahan tersebut.

"Kedua, kendala yang lebih berat adalah kewajiban pembayaran purchase order (PO) secara tunai bagi yang ingin menjadi mitra Bulog. Hal ini cukup memberatkan bagi pedagang kecil," papar Farhan.

Di sisi lain, melalui distributor bebas dalam mekanisme pasar, mereka tetap bisa mendapatkan pasokan meskipun harga di atas HET. Akhirnya, sebagian pedagang memilih jalur tersebut.

2. Ada keterbatasan Minyakita sesuai HET

IMG_20260420_085007.jpg
Penjualan Minyakita di pasar tradisional. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dengan 70 persen pasokan Minyakita yang dikelola produsen di luar Bulog maka akan ada fluktuasi harga sesuai dengan permintaan masyarakat. Alhasil ada keterbatasa dari Bulog ketika ingin melakukan stabilisasi harga.

"Saat ini, bisa saya pastikan bahwa jika konsumen membeli Minyakita di ritel mitra Bulog, harganya sesuai HET, yaitu Rp15.700 per liter. Namun, jika membeli di luar ritel mitra Bulog, maka harga akan mengikuti pasar, tergantung distributor," paparnya.

Untuk Minyakita yang di luar Bulog harganya bisa naik turun dalam sehari. Artinya per hari ini harga bisa di angka Rp19.000 per liter, besoknya naik menjadi Rp21.000 per liter.

3. Lebih mudah dapat minyak merek lain

IMG_20260420_085937.jpg
Penjualan Minyakita di pasar tradisional. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, salah satu pedagang, Ayu mengaku tidak mengambil Minyakita dari Bulog karena memang selama ini mendapat suplai dari distributor minyak lainnya. Alhasil dia tidak menjual minyak dari pemerintah dan memilih menjual minyak merek lain.

"Beda-beda harganya ada yang Rp19.000 untuk 900 mililiter atau Rp22.000 per liter di merek lain," kata dia.

Menurutnya, selama ini belum ada pihak Bulog yang memberikan penawaran secara langsung untuk membeli Minyakita. Berbeda dengan marketing perusahaan lain yang memang menawarkan diri.

"Jual yang ada saja ini tidak jual yang Minyakita," paparnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More