Bandung, IDN Times - Sebanyak 12 bahan pangan pokok strategis (bapokting) di wilayah Jawa Barat dalam kondisi suprlus pada September 2026. Hanya saja, Pemprov Jabar mengantisipasi potensi gangguan pasokan dan lonjakan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai rawit.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Linda Al Amin mengungkapkan, hasil pembaruan neraca pangan hingga Agustus 2026 menunjukkan seluruh komoditas pangan strategis masih mencatatkan surplus.
"Bahwa dari 12 pangan strategis, beras, jagung, kedelai, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir yang dipantau, berada dalam kondisi surplus," kata Linda dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
