Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (13/8).
Farhan mengatakan Pemkot Bandung juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan BRT dapat berjalan sesuai aspek teknis yang dibutuhkan.
Ia menyebut komunikasi dilakukan dengan Kementerian Perhubungan dan Bappenas. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur transportasi massal itu tidak justru mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
"Itu sebabnya sekarang saya lagi bolak-balik Jakarta terus, ke Kementerian Perhubungan, ke Bappenas, untuk memastikan bahwa secara teknis ini memungkinkan dan tidak mengganggu keseharian masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, opsi pelebaran jalan di sekitar halte disebut tidak memungkinkan. Farhan mengatakan fasilitas trotoar di kawasan tersebut sudah terbangun sehingga pelebaran jalan tidak menjadi pilihan.
"Enggak. Soalnya kan trotoarnya sudah jadi," ujarnya.
Farhan mengungkapkan, pembangunan halte di tengah jalan bukan hanya dilakukan di kawasan Cicadas. Secara keseluruhan, terdapat 28 halte yang berada di koridor utama BRT atau dibangun dengan konsep halte on corridor.
"Jangan khawatir, total semuanya 28 halte on koridor," katanya.
Dia mengakui salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat saat ini adalah minimnya informasi mengenai pembangunan BRT.
Karena itu, ia meminta pihak BRT meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kepada pihak-pihak yang aktivitasnya berada di sekitar lokasi pembangunan.
"Betul. Itu sebabnya saya meminta kepada BRT melakukan sosialisasi lebih masif ke seluruh warga. Karena yang tahu teknis pengerjaan semuanya BRT. Kalau saya kan mewakili warga," ujarnya.