Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Golkar Banjar Bidik Gen Z, Sudarsono Siapkan Regenerasi Kader
Dok.Istimewa
  • Musda V Golkar Kota Banjar menetapkan Wali Kota Sudarsono sebagai Ketua DPD periode 2025-2030, dengan konsolidasi menghadapi pemilih muda menuju Pemilu 2029.
  • Sudarsono akan membuka ruang kepengurusan dan aktivitas politik bagi Gen Z serta milenial, menyusul arahan bahwa regenerasi kader diperlukan agar Golkar tetap kompetitif.
  • Golkar Banjar menargetkan kursi DPRD meningkat dari tujuh menjadi sepuluh, sambil memperluas dukungan pemilih baru untuk mempertahankan posisi sebagai kekuatan politik dominan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Partai Golkar di Kota Banjar memilih Sudarsono jadi ketua sampai 2030. Ia mau mengajak lebih banyak anak muda ikut Golkar. Golkar bilang anak muda akan penting saat pemilu 2029. Mereka juga ingin kursi DPRD naik dari 7 jadi 10. Sekarang Golkar sedang menyiapkan orang-orang muda dan ingin tetap menang di Banjar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Musda Golkar Kota Banjar menandai upaya pembaruan organisasi melalui pembukaan ruang yang lebih luas bagi generasi muda. Fokus pada regenerasi menunjukkan kesadaran bahwa kepemimpinan dan basis dukungan perlu berkembang mengikuti perubahan komposisi pemilih, sembari mempertahankan kekuatan internal yang telah dibangun partai dalam beberapa periode terakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banjar, IDN Times - Peta politik Kota Banjar mulai mengarah ke satu tantangan besar menjelang Pemilu 2029: merebut hati pemilih muda. Isu itu menjadi salah satu pesan utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kota Banjar yang menetapkan Wali Kota Banjar Sudarsono sebagai Ketua DPD Golkar Kota Banjar periode 2025-2030.

Bukan hanya soal pergantian kepemimpinan partai, forum tersebut juga menjadi titik awal konsolidasi Golkar untuk menghadapi perubahan komposisi pemilih yang semakin didominasi generasi muda.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin menegaskan, Gen Z dan milenial akan menjadi kelompok penentu dalam pemilu mendatang. Karena itu, partai politik harus mulai beradaptasi sejak sekarang.

"Gen Z dan milenial akan menjadi penentu kemenangan di pemilu mendatang. Kalau Golkar tidak memanfaatkan momen ini, kita akan tertinggal," kata Daniel saat menghadiri Musda V Golkar Kota Banjar di Gedung Graha Banjar Idaman (GBI), Sabtu (8/8/2026).

1. Golkar mulai fokus membangun kader muda

Dok.Istimewa

Sudarsono mengaku siap menjalankan arahan partai dengan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk bergabung dalam kepengurusan maupun aktivitas politik Golkar di Kota Banjar.

Menurutnya, regenerasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda apabila partai ingin tetap kompetitif pada masa mendatang.

"Saya akan upayakan merekrut banyak generasi muda. Jadi nanti akan banyak kader-kader baru. Kalau kita tidak berani mengambil kader-kader muda, nanti kita ketinggalan kereta dengan partai-partai lain," ujarnya.

Langkah tersebut akan menjadi bagian dari konsolidasi internal partai selama lima tahun ke depan.

2. Target kursi DPRD naik dari 7 menjadi 10

Dok.Istimewa

Selain memperkuat regenerasi, Golkar Banjar juga memasang target elektoral yang cukup ambisius. Partai berlambang pohon beringin itu menargetkan peningkatan jumlah kursi DPRD Kota Banjar dari tujuh kursi menjadi sepuluh kursi pada pemilu legislatif mendatang.

Target tersebut menjadi salah satu amanat yang diberikan DPD Golkar Jawa Barat kepada kepengurusan baru.

"Saya akan memperjuangkan target-target Partai Golkar di Jawa Barat. Apalagi tadi sudah disampaikan Golkar Kota Banjar harus bisa meningkat dari tujuh menjadi sepuluh kursi di legislatif," kata Sudarsono.

3. Golkar ingin mempertahankan status partai pemenang

Kampanye Golkar di Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Selama beberapa periode terakhir, Golkar menjadi salah satu kekuatan politik dominan di Kota Banjar. Karena itu, kepengurusan baru diminta tidak hanya mempertahankan capaian tersebut, tetapi juga memperluas basis dukungan.

Daniel menilai kemenangan partai pada masa depan tidak cukup hanya mengandalkan pemilih lama. Partai harus mampu menjangkau kelompok pemilih baru yang kini mulai mendominasi daftar pemilih tetap.

Melalui kombinasi regenerasi kader dan penguatan mesin partai, Golkar Banjar berharap tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam kontestasi politik lokal sekaligus mempertahankan tradisi kemenangan pada pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah mendatang.

Editorial Team

Related Article