Bandung, IDN Times - Peluit panjang babak pertama belum lama berbunyi ketika riuh Stadion Si Jalak Harupat (SJH) tak juga mereda. Puluhan ribu Bobotoh terus menyanyikan dukungan untuk Persib Bandung yang tengah meladeni perlawanan Arema FC pada laga kedua Piala Presiden 2026, Sabtu (25/7/2026). Tak ingin kalah, ratusan Aremania yang hadir juga terus menyanyikan yel-yel beri dukungan untuk tim kesayangannya.
Di dalam lapangan, para pemain beradu strategi dan menghibur para penonton yang berada di stadion maupun menonton di layar kaca, lewat permainan penuh tensi. Namun, di luar garis lapangan pertandingan itu sedang memainkan peran lain yang tak kalah penting, menggerakkan denyut ekonomi rakyat. Setiap sorakan yang menggema dari tribun membawa berkah bagi ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Suara katel dari gerobak makanan terus berbunyi, pedagang minuman sibuk melayani antrean pembeli, lapak suvenir dipadati pencari pernak-pernik hingga jersey, sementara warga lain di sekitar stadion menjajakan lahan terbuka di rumahnya menjadi tempat parkir para penonton.
Berkah yang didapat dalam gelaran ini dirasakan Dagus, pedagang mie kocok. Menjadi salah satu dari 50 UMKM mitra yang diajak menjajakan dagangan di Stadion Si Jalak Harupat, awalnya dia sempat ketakutan tidak laku. Sebab, dari siang hingga sore hari hanya sedikit pembeli yang mampir ke tenantnya.
Namun, menjelang pertandingan Persib melawan Arema pengunjung semakin membludak. Dagangannya pun diserbu hingga pembeli harus rela mengantre untuk membeli mi kocok
"Saya ga nyangka juga bisa diajak ikut serta di sini (Piala Presiden 2026). Awalnya was-was dikit yang beli pas siang, tapi tadi udah banyak beli sekarang hari pertama ini saja sebelum pertandingan beres ini sudah 150 porsi terjual," ungkap Dagus.
Dengan nama Mie Kocok Mang Dadeng yang memang sudah punya nama di kalangan masyarakat Bandung, para pembeli pun satu per satu berdiri di depan tenant untuk membeli walau harus mengantre cukup panjang.
Antrean pembelian juga dirasakan Wisno yang menjual Cuanki Serayu. Diajak menjadi salah satu pedagang dia tidak menyangka bahwa dagangannya akan laku keras di acara sepakbola seperti ini. Selama pertandingan pertama hingga babak pertama Persib-Arema berlangsung, Wisno sudah menjual cuanki mencapai 120 porsi dengan harga terjangkau Rp25 ribu per porsi.
"Alhamdulillah dagangannya laku. Saya harap penonton makin banyak di pertandingan selanjutnya jadi dagangan pun laku banyak," paparnya.
Jumlah UMKM di Stadion SJH dalam Gelaran Piala Presiden
2024 | 2025 | 2026 |
|---|---|---|
300 | 120 | 50 |
Keberadaan para pedagang yang berjualan di sekitar stadion memberikan kemudahan penonton yang ingin mengisi perut sebelum menyaksikan pertandingan. Salah satunya Joko Sutomo (50) yang datang bersama sang istri, Dewi (43), serta kedua anaknya Azkia (11) dan Saufa (13).
Duduk di meja makan yang disediakan samping tenant UMKM, Joko dan keluarga menyantap berbagai makanan dan minuman yang telah dibeli. Sesekali mereka melakukan swa foto untuk mengabadikan keseruan menonton Persib bersama.
"Seneng bisa nonton Persib bareng-bareng keluarga. Biasanya nonton Persib sama teman aja. Sekarang saya bawa anak sama istri jadi emang seru juga. Apalagi tiketnya kan murah cuman Rp50 ribu, jadi saya beli aja buat sekeluarga biar bisa barengan dukung Persib," kata Joko.
Menurutnya, dengan adanya tempat duduk untuk makan seperti ini dan para pedagang yang berjualan membuat momen menyaksikan sepakbola jadi lebih menyenangkan karena penonton bisa bersantai lebih dulu sebelum memberikan dukungan pada klub tercinta.
"Saya mungkin bukan orang Bandung asli, tapi udah 30 tahun tinggal di Bandung. Anak istri juga sekarang dukung Persib jadi sekeluarga kami dukung," paparnya.
