Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gelombang Massa Aksi di Jabar, Dedi Mulyadi: Kami Tak Ada Problem
Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Mahasiswa di berbagai kampus Jawa Barat menggelar aksi menyoroti kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, menuntut program strategis berbasis riset dan prinsip good governance.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghormati kebebasan berpendapat mahasiswa, namun mengimbau agar demonstrasi berlangsung kondusif, terbuka, dan konstruktif tanpa menimbulkan kericuhan.
  • Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan memastikan polisi dan TNI menjaga keamanan selama aksi berlangsung agar tetap damai, tertib, serta bebas dari provokasi pihak luar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
11–18 Juni 2026

Mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bandung menggelar demonstrasi di Gedung DPRD Jabar menyoroti kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

17 Juni 2026

KM ITB melakukan aksi di depan kampus menyampaikan empat tuntutan, termasuk permintaan agar pemerintah menyusun program strategis berbasis riset. Pada hari yang sama, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan memastikan pengamanan aksi oleh kepolisian dan TNI serta menegaskan pentingnya ketertiban dalam penyampaian pendapat.

18 Juni 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi aksi mahasiswa dengan menyatakan tidak mempermasalahkan demonstrasi selama berjalan kondusif dan konstruktif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gelombang demonstrasi mahasiswa berlangsung di Jawa Barat untuk menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dan menuntut penyusunan program strategis berbasis kajian serta riset yang matang.
  • Who?
    Mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Barat, termasuk KM ITB, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan bersama aparat kepolisian dan TNI.
  • Where?
    Aksi utama terjadi di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, serta di depan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).
  • When?
    Demonstrasi berlangsung sejak 11 hingga 18 Juni 2026, dengan pernyataan resmi dari Gubernur Dedi Mulyadi disampaikan pada Kamis, 18 Juni 2026.
  • Why?
    Mahasiswa menilai sejumlah program pemerintah dijalankan terburu-buru dan belum sepenuhnya menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.
  • How?
    Aksi dilakukan secara terbuka dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI. Pemerintah daerah mengimbau agar demonstrasi tetap kondusif, tertib, serta berjalan damai tanpa gangguan ketertiban umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak mahasiswa di Bandung demo karena mereka tidak suka cara kerja pemerintah sekarang. Mereka minta pemerintah bikin rencana yang lebih baik dan tidak buru-buru. Pak Dedi, gubernur Jawa Barat, bilang tidak apa-apa demo asal tertib. Polisi dan tentara jaga supaya semua aman dan tidak ada yang ribut. Demo masih terus jalan beberapa hari lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga ruang demokrasi yang sehat di Jawa Barat. Dengan menegaskan pentingnya kebebasan berpendapat sekaligus ketertiban, mereka menciptakan suasana dialogis di mana aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan secara terbuka, aman, dan konstruktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gelombang demonstrasi mahasiswa merespons kondisi bangsa saat ini terjadi di Jawa Barat. Di Kota Bandung mahasiswa dari berbagai kampus menyampaikan tuntutannya atas buruknya kinerja dari pemerintahan Prabowo-Gibran di Gedung DPRD Jabar sejak 11-18 Juni 2026.

Termasuk, KM ITB yang melakukan aksi di depan kampus pada Rabu (17/6/2026). Mereka menyampaikan empat tuntutan salah satu di antaranya Meminta pemerintah menyusun program strategis berdasarkan kajian dan riset yang matang.

Merek menilai, sejumlah program yang berjalan saat ini terkesan dilaksanakan secara terburu-buru dan belum sepenuhnya mengedepankan prinsip good governance.

1. Setiap orang punya hak kebebasan berpendapat

Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Merespons hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak mempersoalkan adanya demonstrasi dari mahasiswa. Menurut dia, semua orang punya hak kebebasan berpendapat, termasuk mahasiswa.

"Ya setiap orang punya kebebasan untuk mengekspresikan gagasannya, pikirannya, dan kritiknya di depan umum," ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kamis (18/6/2026).

Meski begitu, Dedi mengimbau agar mahasiswa tetap kondusif dalam melangsungkan demonstrasi, dan dalam menyampaikan tuntutan bisa lebih jelas.

"Yang penting demonstrasinya berjalan dengan baik, tuntutannya disampaikan secara terbuka kemudian juga konstruktif. Kami enggak ada problema, kan sudah biasa ada demo," ucapnya.

2. Polda Jabar pastikan kawal gelombang Massa aksi

Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan memastikan aparat kepolisian bersama TNI akan terus mengawal aksi penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa maupun elemen masyarakat di Jawa Barat.

Menurutnya, demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi yang harus dijamin selama berlangsung secara tertib dan damai.

Dia mengatakan, aparat keamanan hadir untuk memastikan para peserta aksi dapat menyampaikan aspirasinya dengan nyaman dan terhindar dari berbagai potensi gangguan.

Menurutnya, pengamanan juga dilakukan agar demonstrasi tidak disusupi pihak-pihak yang ingin memprovokasi massa maupun mengganggu ketertiban umum.

3. Gelombang aksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan

Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menanggapi rencana aksi yang masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, Rudi memastikan kepolisian bersama TNI akan terus melakukan pengamanan. Seluruh elemen masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban.

"Intinya kami dari kepolisian dibantu aparat keamanan lainnya berkewajiban menjaga seluruh elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat. Silakan gunakan hak demokrasinya dengan baik sesuai ketentuan," kata Rudi, Rabu (17/6/2026).

Ia berharap seluruh aksi yang berlangsung di Jawa Barat tetap berjalan damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Editorial Team

Related Article