Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ganesha, Ragasa, dan Gerengseng, Jokowi Beli 3 Sapi Kurban di Bandung
Ilustrasi sapi kurban di peternakan (IDN Times/Muhammad Nasir)

Bandung, IDN Times - Sebanyak tiga sapi milik warga Kota Bandung, Vandry Dwitama, dibeli oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kurban pada Idul Adha 1445 Hijriah/2024 yang dipilih melalui seleksi yang ketat hingga dinyatakan layak. Pemilihan sapi ini diajukan setelah melalui berbagai seleksoi termasuk pengecekan kesehatan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Wilsandi Saefullah mengatakan, ketiga sapi tersebut telah melalui berbagai proses seleksi, mulai dari penjaringan dari level provinsi hingga Tim Kepresidenan dan tahap akhir pemeriksaan darah untuk diuji di laboratorium.

"Tentunya ini sebuah kebanggaan karena sapi dari peternak asal Kota Bandung dipilih Presiden untuk dijadikan hewan kurban," kata dia.

1. Beratnya lebih dari 1 ton

pexels.com

Terpilihnya sapi asal Kota Bandung menjadi sapi kurban Presiden bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya tahun 2022 dan 2023 terpilih juga satu sapi. Nantinya sapi ini akan disembelih di Istana Cipanas, Masjid Istiqlal, dan Masjid Raya Al Jabbar.

Lebih lanjut ia menyebut ketiga sapi yang dibeli Presiden Jokowi itu diberi nama Ganesha, Ragasa, dan Gerengseng, dengan berat masing-masing 1.103 kilogram, 1.130 kilogram, dan 1.188 kilogram, dengan harga Rp100 juta.

Adapun Presiden Jokowi akan memberikan bantuan hewan kurban berupa sapi bagi setiap provinsi di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN), dalam rangka menyambut Idul Adha 1445 Hijriah yang jatuh pada 17 Juni 2024.

Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden RI, Presiden Jokowi akan menyalurkan total 68 sapi kurban tersebut ke pemerintah di 38 provinsi, satu ekor untuk Otorita IKN, satu untuk masjid tempat Presiden melaksanakan shalat Idul Adha, satu sapi untuk Masjid Istiqlal. Selain itu Presiden juga akan memberikan 27 sapi untuk tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kalimantan Timur, serta masjid dan pondok pesantren di dekat kawasan IKN.

2. Sudah periksa 11 ribu hewan kurban

ilustrasi hewan kurban (pixabay.com/RyanMcGuire)

DKPP Kota Bandung pun memastikan sebanyak 11.000 hewan kurban yang telah menjalani pemeriksaan di 196 lokasi penjualan dalam kondisi sehat. Hewan yang telah dinyatakan sehat langsung diberi kalung sehat yang berisi barcode yang bisa dipindai melalui aplikasi e-Selamat.

"Barcode tersebut berisi data hewan kurban untuk memudahkan masyarakat kota Bandung mencari hewan kurban. Satu hewan, satu barcode kita lengkapi dengan foto hewannya," kata Wilsandi di Bandung, Jumat.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, tidak ditemukan hewan yang terjangkit penyakit menular hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit menular lainnya. Hanya ditemukan hewan yang mengalami sakit akibat adaptasi dalam perjalanan.

"Untuk kesehatan kita periksa semua apakah ada penyakit. Alhamdulillah belum ditemukan penyakit yang berdampak luas, hanya penyakit karena perjalanan," kata Wilsandi.

3. Pengawasan tetap dilakukan hingga hari H penyembelihan

Penjualan sapi untuk kurban mulai marak di Makassar dan sekitarnya jelang hari raya Idul Adha 2024. (IDN Times/Ashrawi Muin)

Kendati demikian, DKPP akan terus melakukan pengawasan di tempat-tempat penampungan yang menjual hewan kurban untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat saat Hari Raya Idul Adha 1445 H dalam kondisi baik.

"Hewan yang sakit dan telah dilakukan perawatan akan diperiksa lagi. Kalau misalnya kondisi membaik dan sudah sehat kita labeli kalung," katanya.

Ia menyebut hewan yang sakit akan dipisahkan untuk proses pengobatan. Bagi hewan yang tidak layak secara syariah direkomendasikan untuk dikembalikan ke daerah asal.

Lebih lanjut, Wilsandi mengimbau masyarakat yang akan membeli hewan kurban untuk lebih selektif dengan memilih hewan yang telah diperiksa dan dilabeli barcode oleh DKPP Kota Bandung.

Secara umum, kata dia, ciri-ciri hewan yang sehat yakni matanya bersih bersinar, area pembuangan tidak ada bercak menempel, kotorannya kering, tidak ada luka besar, secara fisik tidak cacat, dan tidak pincang. Adapun proses pemeriksaan hewan ini telah berjalan sejak 28 Mei 2024 hingga 19 Juni 2024.

"Kami periksa semua. Kami ingin memberikan kemudahan dengan label e-Selamat. Mudah-mudahan dengan layanan yang diberikan bisa memberikan manfaat dalam memilih hewan yang tepat dari segi kesehatan dan kelayakannya," katanya.

Editorial Team

Related Article