Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Ekonomi Jawa Barat triwulan III 2026 tumbuh 5,89 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan nasional 5,47 persen.

  • Pertumbuhan ditopang konstruksi, industri pengolahan, perdagangan, serta sektor akomodasi-makan minum; dari pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh tertinggi 28,34 persen.

  • Gubernur Dedi Mulyadi menyebut kesempatan kerja dan serapan tenaga kerja mulai meningkat serta pengangguran menurun, namun mengakui masih banyak warga belum bekerja dan pembangunan memiliki kekurangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
triwulan III-2025

Ekonomi Jawa Barat menjadi basis pembanding untuk pertumbuhan tahunan pada triwulan III-2026.

triwulan III 2026

Ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,89 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,47 persen. Konstruksi, industri pengolahan, dan perdagangan menopang pertumbuhan; kesempatan kerja dan serapan tenaga kerja disebut mulai meningkat.

Sabtu (7/11/2026)

BPS Jawa Barat merilis data pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. KDM menyambut capaian tersebut, sekaligus meminta maaf atas kekurangan pembangunan dan masih banyaknya warga yang belum memperoleh pekerjaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2026 tumbuh 5,89 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,47 persen.
  • Who?
    BPS Jawa Barat melalui Kepala BPS Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan data tersebut; Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi capaian itu.
  • Where?
    Data pertumbuhan mencakup Jawa Barat dan disampaikan dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jawa Barat, Bandung.
  • When?
    Pertumbuhan tercatat pada triwulan III 2026 dibandingkan triwulan III 2025; keterangan BPS dikutip pada 7 November 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan ditopang antara lain oleh konstruksi, industri pengolahan, perdagangan, akomodasi dan makan minum, administrasi pemerintahan, serta transportasi dan pergudangan.
  • How?
    Dari pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh 28,34 persen, PMTB 8,85 persen, konsumsi rumah tangga 5,93 persen, dan ekspor 3,02 persen; net ekspor terkontraksi 7,73 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,89 persen pada triwulan ketiga 2026. Angkanya lebih besar dari ekonomi Indonesia. Banyak usaha seperti bangunan, makanan, hotel, dan angkutan ikut tumbuh. Gubernur Dedi Mulyadi bilang pekerjaan mulai bertambah dan pengangguran turun. Ia berterima kasih kepada warga, lalu minta maaf karena masih banyak orang belum punya kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang melampaui angka nasional menunjukkan aktivitas usaha bergerak di berbagai sektor, dari konstruksi dan industri hingga akomodasi, transportasi, serta perdagangan. Kenaikan konsumsi rumah tangga dan investasi turut menggambarkan fondasi permintaan yang tetap berjalan, sementara membaiknya serapan kerja memberi arti langsung bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Ekonomi Jawa Barat triwulan III-2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,89 persen dibanding triwulan III-2025. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2026 bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ditopang oleh lapangan usaha dominan yang tumbuh cukup baik pada triwulan tersebut, seperti Konstruksi tumbuh 9,10 persen; Industri Pengolahan tumbuh 4,98 persen; dan Perdagangan tumbuh 4,13 persen.

"Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,54 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,46 persen, Transportasi dan Pergudangan sebesar 13,61 persen serta Jasa Lainnya sebesar 12,18 persen," ucap Margaretha dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar, dikutip Sabtu (7/11/2026).

1. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh 28,34 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 28,34 persen, diikuti oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 8,85 persen.

"Kemudian Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,66 persen," katanya.

Selanjutnya, Margaretha mengungkapkan, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 5,93 persen, diikuti Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan sebesar 3,02 persen.

"Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa juga tumbuh sebesar 6,11 persen sehingga secara net ekspor terkontraksi sebesar 7,73 persen," kata dia.

2. KDM anggap pedagang, pengusaha, dan petani turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai melantik Asep Surya jadi Bupati Bekasi. Dok Istimewa

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM menyambut positif pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan III 2026 yang mencapai 5,89 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). KDM menilai pertumbuhan tersebut mulai diikuti dengan membaiknya kesempatan kerja dan penurunan angka pengangguran.

"Saya ucapkan terima kasih pada seluruh warga Jabar, para pedagang, para pengusaha, para pekerja, petani, nelayan, dari mulai RT sampai bupati wali kota," kata KDM.

Menurut KDM, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,89 persen menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen.

KDM menyoroti dampak pertumbuhan ekonomi terhadap pasar kerja. Dia menyebut kesempatan kerja dan serapan tenaga kerja mulai meningkat, sementara angka pengangguran mulai menunjukkan penurunan.

"Kesempatan kerjanya juga mulai meningkat, serapan kerja sudah mulai meningkat, angka pengangguran turun walaupun pasti yang nganggur masih banyak," kata dia.

3. KDM minta maaf karena pembangunan masih banyak kurangnya

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

KDM mengatakan, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk terus mendorong aktivitas ekonomi dan memperluas manfaat pembangunan. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya memikirkan kepentingan diri dan keluarga, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat secara luas.

"Untuk itu mari kita terus bekerja keras. Apapun kita lakukan demi kehidupan kita masing-masing, karena setiap orang bekerja untuk diri dan keluarganya," katanya.

Namun, KDM mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, terutama karena masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.

"Saya meyakini bahwa pembangunan di Jawa Barat masih banyak kekurangannya. Untuk itu mohon dimaafkan atas kekurangan-kekurangan kami," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article