Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Bandung Gelar Aksi di Dua Tempat
Ilustrasi Demo. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Mahasiswa dari Unpas, Unisba, UIN, dan Unpad dijadwalkan berunjuk rasa di DPRD Jawa Barat serta Alun-alun Bandung mulai pukul 13.00 WIB.
  • Peserta aksi di DPRD Jabar akan mengenakan jas almamater untuk mencegah penyusup, sedangkan aksi Alun-alun Bandung diinisiasi masyarakat dan ramai diserukan di media sosial.
  • Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah Prabowo-Gibran mendengar kritik, menghentikan intimidasi terhadap aktivis dan mahasiswa, serta mengusut serangan terhadap pembela HAM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa dari Unpas, Unisba, UIN, dan Unpad mau berkumpul di Bandung. Mereka mau menyampaikan kritik tentang dua tahun Prabowo dan Gibran memimpin. Aksinya ada di DPRD Jawa Barat dan Alun-alun Bandung mulai jam satu siang. Dinas Pendidikan Jawa Barat sempat melarang murid ikut aksi. Usman Hamid juga meminta pemerintah mendengar orang-orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana aksi mahasiswa di Bandung memperlihatkan keterlibatan warga kampus dalam menyuarakan perhatian terhadap jalannya pemerintahan. Pembagian lokasi aksi serta penggunaan jas almamater di depan DPRD Jawa Barat mencerminkan upaya menjaga identitas peserta dan menghindari penyusupan yang dapat merusak seruan mereka, sementara perhatian di media sosial menunjukkan isu ini mendapat ruang diskusi publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung bakal melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan capaian dua tahun Probowo-Gibran. Aksi mereka tidak berada di satu titik melainkan dua titik, yaitu DPRD Jawa Barat dan Alun-alun Bandung.

Dari informasi yang dihimpun IDN Times beberapa kampus yang akan turun ke jalan seperti di antaranya Unpas, Unisba, UIN, dan Unpad. Aksi ini baka berlangsung mulai dari pukul 13.00 WIB sampai selesai.

Untuk mahasiswa yang melakukan aksi di depan DPRD Jabar mereka rencananya bakal menggunakan jas almamater untuk menghindari adanya penyusup yang merusak seruan aksi.

Sementara itu, aksi di Alun-alun Bandung bakal diinisiasi oleh masyarakat karena mereka berharap tidak akan yang menggunakan jas dari masing-masing kampus. Seruan aksi ini pun ramai di media sosial khususnya bagi warga Bandung.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Jawa Barat sempat melarang siswanya untuk ikut aksi. Imbauan ini bahkan terlihat dari unggahan di media sosial sejumlah SMA Negeri di Kota Bandung. Namun, unggahan tersebut mendapat cibiran dari warganet yang menyesalkan adanya upaya pembungkaman,

IDN Times sempat melihat unggahan larangan aksi di akun medsos @smansabandung, tapi hanya dalam beberapa jam saja unggahan tersebut sudah hilang.

Sementara itu, unggahan larangan aksi dari berbagai SMA Bandung sempat diunggah akun Tiktok @bandung.alt. Pada ungahan tersebut masih bisa dilihat banyak poster larangan ikut aksi dari sejumlah sekolah.

Larangan aksi demo oleh sekolah-sekolah di Bandung

Dua tahun pemerintahan baru mendapat kritikan dari berbagai pihak, salah satunya Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Dia mendesak pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendengar kritik masyarakat, termasuk dari akademisi, mahasiswa, dan kelompok pembela hak asasi manusia (HAM).

Menurut Usman, sikap pemerintah yang mencemooh kritik justru memperburuk ruang kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tepat 20 Oktober 2026, Prabowo dan Gibran memasuki usia dua tahun memerintah Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

“Ya, pemerintah harus mendengar suara para ahli, para ekonom, para intelektual, akademisi, mereka yang melakukan penelitian tentang kebakaran hutan dan lahan, sudah memperingatkan jauh-jauh hari kepada Indonesia akan ada titik-titik rawan kebakaran," kata Usman, usai konferensi pers bertajuk Rapor Merah HAM Dua Tahun Prabowo-Gibran, Senin (19/10/2026).

Usman juga meminta pemerintah menghentikan intimidasi terhadap aktivis dan mahasiswa, serta mengusut serangan terhadap pembela HAM.

Curated For You

Editorial Team

Related Article