Bandung, IDN Times - Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung bakal melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan capaian dua tahun Probowo-Gibran. Aksi mereka tidak berada di satu titik melainkan dua titik, yaitu DPRD Jawa Barat dan Alun-alun Bandung.
Dari informasi yang dihimpun IDN Times beberapa kampus yang akan turun ke jalan seperti di antaranya Unpas, Unisba, UIN, dan Unpad. Aksi ini baka berlangsung mulai dari pukul 13.00 WIB sampai selesai.
Untuk mahasiswa yang melakukan aksi di depan DPRD Jabar mereka rencananya bakal menggunakan jas almamater untuk menghindari adanya penyusup yang merusak seruan aksi.
Sementara itu, aksi di Alun-alun Bandung bakal diinisiasi oleh masyarakat karena mereka berharap tidak akan yang menggunakan jas dari masing-masing kampus. Seruan aksi ini pun ramai di media sosial khususnya bagi warga Bandung.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Jawa Barat sempat melarang siswanya untuk ikut aksi. Imbauan ini bahkan terlihat dari unggahan di media sosial sejumlah SMA Negeri di Kota Bandung. Namun, unggahan tersebut mendapat cibiran dari warganet yang menyesalkan adanya upaya pembungkaman,
IDN Times sempat melihat unggahan larangan aksi di akun medsos @smansabandung, tapi hanya dalam beberapa jam saja unggahan tersebut sudah hilang.
Sementara itu, unggahan larangan aksi dari berbagai SMA Bandung sempat diunggah akun Tiktok @bandung.alt. Pada ungahan tersebut masih bisa dilihat banyak poster larangan ikut aksi dari sejumlah sekolah.
Dua tahun pemerintahan baru mendapat kritikan dari berbagai pihak, salah satunya Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Dia mendesak pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendengar kritik masyarakat, termasuk dari akademisi, mahasiswa, dan kelompok pembela hak asasi manusia (HAM).
Menurut Usman, sikap pemerintah yang mencemooh kritik justru memperburuk ruang kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tepat 20 Oktober 2026, Prabowo dan Gibran memasuki usia dua tahun memerintah Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
“Ya, pemerintah harus mendengar suara para ahli, para ekonom, para intelektual, akademisi, mereka yang melakukan penelitian tentang kebakaran hutan dan lahan, sudah memperingatkan jauh-jauh hari kepada Indonesia akan ada titik-titik rawan kebakaran," kata Usman, usai konferensi pers bertajuk Rapor Merah HAM Dua Tahun Prabowo-Gibran, Senin (19/10/2026).
Usman juga meminta pemerintah menghentikan intimidasi terhadap aktivis dan mahasiswa, serta mengusut serangan terhadap pembela HAM.
