Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Delapan Isu yang Jadi Perhatian Mahasiswa
BEM SI Kerakyatan Wilayah Jawa Barat melangsungkan aksi di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (26/10/2026). Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Ratusan mahasiswa BEM SI Kerakyatan Jawa Barat beraksi di DPRD Jabar pada 26 Oktober 2026 untuk mengkritik dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

  • BEM SI Jabar merangkum kritik dalam buku “The Incompetent Rules”, menyoroti delapan isu nasional termasuk pendidikan, sosial, ekonomi, agraria, hukum-HAM, kesehatan, Asta Cita, dan tata kelola.

  • Mahasiswa akan menyampaikan aspirasi kepada DPRD Jabar, lalu menggelar aksi simbolik di Cikapayang untuk merepresentasikan persoalan dan situasi Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kemarin di tanggal 20

Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia dua tahun.

26 Oktober 2026

Ratusan mahasiswa BEM SI Kerakyatan Jawa Barat menggelar aksi di Gedung DPRD Jabar untuk mengkritik kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

hari ini

BEM SI Jabar mengevaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran melalui kajian berjudul The Incompetent Rules. Massa menyatakan akan terus beraksi hingga pemerintah mengevaluasi kinerjanya dan dijadwalkan menggelar aksi simbolik di Cikapayang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ratusan mahasiswa BEM SI Kerakyatan Jawa Barat menggelar aksi mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka serta mengkritik kinerjanya.
  • Who?
    Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus yang tergabung dalam BEM SI Kerakyatan Wilayah Jawa Barat, dipimpin Koordinator Wilayah Sanditya Saputra, menyampaikan aspirasi kepada DPRD Jawa Barat.
  • Where?
    Aksi berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Massa dijadwalkan melanjutkan aksi simbolik di kawasan Cikapayang.
  • When?
    Aksi digelar pada Senin, 26 Oktober 2026, setelah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang disebut mahasiswa telah genap pada 20 Oktober.
  • Why?
    Mahasiswa menilai tuntutan dalam aksi-aksi sebelumnya belum menghasilkan perubahan yang diharapkan dan pemerintah belum menangani persoalan pendidikan, sosial, ekonomi, serta isu nasional lain secara optimal.
  • How?
    BEM SI Jabar menyusun kajian berjudul The Incompetent Rules mengenai delapan isu nasional, menyampaikan aspirasi di DPRD Jabar, lalu merencanakan aksi simbolik di Cikapayang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan mahasiswa BEM SI Jabar datang ke gedung DPRD di Bandung. Mereka mengkritik dua tahun kerja Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Mereka bilang pemerintah belum bagus mengurus sekolah, ekonomi, kesehatan, dan masalah sosial. Mahasiswa membawa buku berisi delapan masalah. Sekarang mereka ingin menyampaikan tuntutan ke DPRD dan lanjut aksi di Cikapayang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi mahasiswa di Bandung menunjukkan ruang partisipasi publik tetap dimanfaatkan untuk mengawal isu-isu yang mereka anggap penting. Dengan menyusun kajian tertulis yang mencakup delapan bidang nasional, BEM SI Jabar berupaya menyampaikan aspirasi secara terstruktur kepada DPRD Jawa Barat, sekaligus memberi perhatian pada pendidikan, kesejahteraan sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus yang tergabung dalam BEM SI Kerakyatan Wilayah Jawa Barat menggelar aksi di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (26/10/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan evaluasi dan sejumlah catatan terhadap kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Wilayah Jabar, Sanditya Saputra, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa yang telah dilakukan sebelumnya. Menurutnya, sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam aksi terdahulu masih memerlukan tindak lanjut dari pemerintah.

"Jadi agenda kami hari ini memang untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran gitu. Kalau sebelumnya kami menuju dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, kalau hari ini memang sudah dua tahun, kemarin di tanggal 20. Jadi kami bakal terus melaksanakan aksi sampai pemerintah mengevaluasi pemerintahannya," kata Sanditya, di sela aksi.

1. Pemerintah tidak fokus terhadap sektor pendidikan di Indonesia

BEM SI Kerakyatan Wilayah Jawa Barat melangsungkan aksi di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (26/10/2026). Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Dalam mengkritisi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, BEM SI Kerakyatan Jabar menyusun kajian yang memuat delapan fokus persoalan nasional. Kajian tersebut tertuang dalam sebuah buku berjudul The Incompetent Rules.

Adapun delapan isu yang menjadi sorotan mahasiswa meliputi pendidikan, sosial, ekonomi, agraria dan tata ruang, hukum dan hak asasi manusia (HAM), Asta Cita, tata kelola pemerintahan, serta kesehatan.

"Per hari ini juga pemerintah tidak bener-bener fokus terhadap pendidikan yang ada di Indonesia. Lalu kedua permasalahan sosial gitu, banyak sekali permasalahan-permasalahan sosial, kesejahteraan sosial yang hari ini menjadi persoalan begitu," tuturnya.

2. Massa aksi beri buku spesial di dua tahun Prabowo-Gibran

BEM SI Kerakyatan Wilayah Jawa Barat melangsungkan aksi di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (26/10/2026). Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Sanditya mengatakan, kajian tersebut menghimpun berbagai persoalan yang dinilai belum ditangani secara optimal oleh pemerintah. Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian, disusul persoalan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Kami juga memberikan satu buah judul dalam buku tersebut itu 'The Incompetent Rules' bahwasanya penguasa hari ini itu tidak berkompeten, pemerintahan hari ini tidak berkompeten gitu," kata dia.

"Jadi kami dari temen-temen BEM SI sudah merangkum dalam satu buku dan itu yang bakal menjadi bahan kita selama pemerintahan belum mengevaluasi kinerjanya," katanya.

3. Aksi massa bubar dengan menggelar aksi simbolik

Baliho Prabowo-Gibran terpasang di Sragen, Jawa Tengah. (IDN Times/Larasati Rey)

Dalam aksi ini, mahasiswa berencana menyampaikan aspirasi kepada DPRD Jawa Barat. Namun, Sanditya mengaku belum dapat memastikan apakah tuntutan mereka akan mendapat respons dari para wakil rakyat.

Setelah menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Jabar, massa aksi dijadwalkan melanjutkan kegiatan ke kawasan Cikapayang untuk menggelar aksi simbolik.

"Kami bakal ada penutupan di Cikapayang melakukan aksi simbolik gitu begitu untuk merepresentasikan apa yang menjadi permasalahan di Indonesia dan situasi dan kondisi di Indonesia hari ini begitu," tutur Sanditya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article