Bandung, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) turut menyoroti soal sebanyak 3.500 buruh di sektor industri tekstil dan garmen terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Legislator meminta Pemprov Jabar harus memperhatikan dan mengantisipasi.
Diketahui, 3.500 buruh di sektor industri dan tekstil yang terkena PHK ini berdasarkan data dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar, sepanjang Januari-Oktober 2024.
Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan perlu diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Apalagi, para buruh yang terdampak dari sektor padat karya.
"Ya tentu yang pertama, kita prihatin bahwa sebagaimana informasi dari KSPSI Jabar ada 3.500 pegawai buruh di pabrik-pabrik terutama pabrik yang pada karya ya, itu terkena PHK," kata Untung, Senin (28/10/2024).
