DPRD Jabar Ikut Soroti Dugaan Kecurangan Program JFLS

Bandung, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) menyoroti temuan dugaan kecurangan dan transparansi dari program Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024. Legislator pun mendorong agar perkara ini segera diselesaikan.
Sekretaris Komisi V DPRD Jabar Muhammad Jaenudin mengatakan, program beasiswa untuk mahasiswa baru dan yang sudah berjalan ini pada dasarnya bagus. Namun, proses penerapannya harus transparan.
"Penyelenggaraannya harus dilakukan transparan, karena kan itu online daftarnya. Jadi saya dorong sistem ini bisa mengakomodir kepentingan teman-teman yang tidak mampu," ujar Jaenudin, Kamis (24/10/2024).
1. Temuan harus diperbaiki dan dievaluasi

Temuan kecurangan dan ketidak-transparan pelaksana program ini sendiri tengah di dalami oleh Inspektorat dan jajaran Satpol PP Jawa Barat. Jaenudin mendorong agar persoalan ini segera diungkapkan dan diketahui publik.
Meski demikian, Jaenudin belum mendapatkan laporan secara pasti dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atau dari para mahasiswa yang merasa ada kecurangan.
"Jadi saya kira kalau ada temuan itu, segera perbaiki dan evaluasi jika memang ditemukan ketidak-transparanan dalam pendaftaran online dan lainnya," katanya.
2. Bey instruksikan usut tuntas dugaan ini

Jabar Future Leaders Scholarship ini merupakan program yang digagas oleh mantan Gubernur Ridwan Kamil. Program yang sudah berjalan selama tiga tahun lebih itu memang diperuntukkan kepada masyarakat yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik berprestasi di bidang akademik dan nonakademik.
Tahun ini, Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin turut mendapatkan laporan dan langsung melakukan evaluasi. Hasilnya, di lapangan ditemukan ada proses tidak transparan dalam penyaluran progam ini. Ia meminta agar Inspektorat dan Satpol PP Jabar menindaklanjuti temuan ini.
"Kemarin kami evaluasi, jadi memang harus lebih transparan. Memang sudah pengumuman tapi tidak menutup kemungkinan bisa dianulir atau tidak. Tapi kami melihat dalam prosesnya ada ketidaktransparanan," kata Bey di Gedung Sate, Bandung, Selasa (22/10/2024).
Gayung bersambut, Kepala Satpol PP Jabar Ade Afriandi memastikan akan memproses dan menindaklanjuti temuan ini. Hal ini juga sesuai amanah UU 23/2014 Pasal 255 ayat 1, dimana pihaknya diperkenankan melakukan pengawasan terhadap Peraturan Daerah (Perda).
Termasuk pemeriksaan kepada perorangan, badan publik dan ASN. "Kami dalam proses menunggu dan mempelajari. Nanti kalau dengan Inspektorat ternyata ditemukan pelanggaran, kami akan melajukan lidik terhadap masalah yang dilaporkan," katanya.
3. Sekda sebut kasus tengah didalami

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Herman Suryatman memastikan, dugaan kecurangan dalam program bantuan biaya pendidikan tinggi, Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) sudah masuk pendalaman.
Kasus ini dipastikann sudah jadi atensi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, dan telah dilakukan rapat koordinasi bersama dengan pihak-pihak terkait termasuk Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.
"Ini sedang kami dalami, Pak Gubernur kemarin kan sudah merapatkan langsung loh. Pak Gubernur sudah merapatkan dengan semua yang terkait termasuk inspektorat," ujar Herman, Rabu (23/10/2024).
Dia mengakui belum mengetahui lebih jelas persoalan atau kecurangan apa saja yang terjadi dalam program ini. Meski begitu, Herman memastikan kasus ini tengah dilakukan pendalaman.
"Sekarang inspektorat sedang mendalami ke Dinas Pendidikan. Kita lihat saja nanti apakah ada persoalan atau miskomunikasi, apa persoalannya administrasi atau non-administrasi nanti kita lihat," katanya.


















