Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dokter di Bandung Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual Anak
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mia Amalia)
  • Seorang dokter di Bandung dilaporkan ke Direktorat PPA Polda Jawa Barat atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang berusia tiga tahun.

  • Menurut kuasa hukum, pemeriksaan medis menemukan luka robekan pada alat kelamin korban dan diagnosis gonore; anak juga mengaku ayahnya memasukkan jari ke kemaluannya.

  • Korban diduga dibawa ayahnya sejak 28 September 2026 dan belum ditemukan, sementara laporan sebelumnya ke polsek disebut belum mendapat tindak lanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertengahan tahun 2026

Orang tua korban mengajukan perceraian ke pengadilan negeri.

28 September 2026

Terduga pelaku diduga membawa korban. Ibu korban juga melaporkan peristiwa tersebut ke Direktorat PPA Polda Jabar.

Senin (19/10/2026)

Perceraian orang tua korban diputus oleh pengadilan negeri.

Selasa (20/10/2026)

Kuasa hukum korban menyampaikan dugaan kekerasan seksual, luka pada korban, dan hasil pemeriksaan gonore.

saat ini

Keberadaan korban belum diketahui setelah diduga dibawa oleh ayahnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seorang dokter di Kota Bandung dilaporkan atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya berusia tiga tahun, yang mengalami luka pada alat kelamin dan terdiagnosis gonore.
  • Who?
    Ayah korban berinisial IS, yang berprofesi sebagai dokter, dilaporkan oleh ibu korban berinisial MS. Debi Agusfriansa dari Jabar Bantuan Hukum menjadi kuasa hukum korban.
  • Where?
    Dugaan peristiwa terjadi di rumah korban dan sebuah hotel di Bandung. Laporan telah disampaikan ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jawa Barat.
  • When?
    Laporan ke Direktorat PPA Polda Jawa Barat dibuat pada 28 September 2026. Keberadaan anak tidak diketahui sejak tanggal tersebut setelah diduga dibawa ayahnya.
  • Why?
    Pelaporan dilakukan setelah ibu menemukan luka lebam dan robekan pada alat kelamin anak, serta pemeriksaan medis menyatakan anak tersebut terdiagnosis gonore.
  • How?
    Kasus terungkap setelah anak memeragakan adegan dewasa, mengaku mengetahui dari ponsel ayahnya, lalu mengeluhkan sakit saat buang air kecil. Pemeriksaan dokter dan visum kemudian dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seorang ibu di Bandung melaporkan ayah anaknya yang bekerja sebagai dokter karena diduga menyakiti anak mereka yang berumur tiga tahun. Anak itu diperiksa dokter karena sakit dan terluka. Ibu lalu melapor ke polisi. Sekarang anak itu belum ditemukan karena diduga dibawa ayahnya sejak 28 September 2026. Polisi Jawa Barat sudah menerima laporan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons ibu yang segera mencari pemeriksaan medis, mengikuti saran visum, dan melaporkan dugaan tersebut ke Direktorat PPA menunjukkan upaya perlindungan bagi anak. Pendampingan kuasa hukum turut memastikan informasi dan dugaan pelanggaran ini mendapat perhatian melalui jalur hukum, di tengah situasi keluarga yang sangat berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Seorang dokter di Kota Bandung dilaporkan atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih berusia tiga tahun. Kuasa hukum korban menyebut anak tersebut mengalami luka pada alat kelamin dan terdiagnosis gonore setelah menjalani pemeriksaan medis.

Kasus ini telah dilaporkan ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat. Namun, berdasarkan keterangan kuasa hukum, keberadaan anak tersebut belum diketahui setelah diduga dibawa oleh ayahnya sejak 28 September 2026.

1. Tahu adegan dewasa

Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Kuasa hukum korban dari Jabar Bantuan Hukum Debi Agusfriansa mengatakan, peristiwa tersebut terungkap saat ibu korban berinisial didatangi oleh anaknya dan memeragakan adegan dewasa. Dengan rasa kaget, dia mengatakan, ibu korban menanyakan kepada anaknya bagaimana bisa mengetahui hal itu.

"Anaknya menjawab tau dari handphone papa. Lalu ditanya sama ibunya dan ibunya cek ada luka," ucap Debi saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).

2. Langsung melakukan visum

Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Selanjutnya, ibu korban membawa anaknya ke dokter dan ditemukan luka robekan di kemaluan anaknya. Kemudian, anaknya bercerita ayahnya berinisial IS pernah memasukan jarinya ke kemaluan sang anak.

"Setelah itu dokter menyarankan untuk visum. Akhirnya ditemukan juga penyakit kelamin gonore," kata dia.

Debi mengatakan, ibu korban menangis dan gemetar melihat perilaku suaminya tersebut hingga ibu korban pulang ke rumah orang tuanya membawa anaknya.

"Sempat dilaporkan ke polsek akan tetapi belum ada tindaklanjut. Anaknya bercerita bahwa peristiwa tersebut terjadi di rumahnya dan selain itu juga pernah di hotel," kata dia.

3. Terduga pelaku bawa kabur korban

Ilustrasi kekerasan seksual anak (blog.eset.it)

Lebih lanjut, Debi menyebut, korban diajak ke hotel oleh ayahnya sambil mengimingi imingi mainan ke anaknya sebelum melakukan aksi bejatnya. Pertengahan tahun 2026, orangtua korban mengajukan perceraian ke pengadilan negeri dan diputus cerai Senin (19/10/2026).

"Semenjak 28 september 2026 terduga pelaku membawa kabur korban hingga saat ini belum ditemukan. Di tanggal yang sama juga 28 September 2026 ibu korban melaporkan peristiwa ini ke Direktorat PPA Polda Jabar," kata dia.

Adapun ayah korban berprofesi sebagai dokter dan mempunyai klinik mandiri di dekat rumahnya di wilayah Kota Bandung dan berafiliasi dengan salah satu rumah sakit swasta besar di Kota Bandung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article