Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dokter Anak Minta Orang Tua Cek Asal Susu Sebelum Pilih Formula
Lingkungan di sekitar area sumber susu FEIHE. Kondisi lingkungan sekitar turut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengelolaan sumber bahan baku susu.. (Dok.Istimewa)
  • Dokter anak Rini Sekartini mengingatkan orang tua bahwa kualitas susu formula tidak hanya dilihat dari kandungan gizi pada label, tetapi juga sumber bahan baku, pengolahan, dan pengendalian mutu.
  • Kondisi peternakan, kesehatan sapi, pakan, pemerahan, hingga pengangkutan memengaruhi mutu susu; sistem produksi terintegrasi membantu menjaga standar kualitas dan keterlacakan bahan baku.
  • Sebelum membeli, orang tua disarankan memeriksa komposisi termasuk bahan tambahan, asal susu, serta proses produksi, pengujian mutu, standar keamanan, dan keterlacakan produk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dokter Rini bilang orang tua jangan cuma lihat vitamin di kotak susu formula. Mereka juga perlu tahu susu itu dari mana, sapi dan peternakannya bagaimana, lalu susu dibuat dengan cara apa. Orang tua diminta melihat bahan susu, asal susu, dan cara kualitasnya dijaga sebelum membeli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meningkatnya perhatian pada asal bahan baku dan pengendalian produksi membuka ruang bagi orang tua untuk menilai susu formula secara lebih menyeluruh. Ketika informasi mengenai komposisi, sumber susu, proses, serta keterlacakan tersedia, keputusan dapat bertumpu pada pemahaman atas mutu dan keamanan produk, bukan hanya pada klaim nutrisi di kemasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Memilih susu formula untuk anak sering kali dimulai dari membaca kandungan nutrisi pada kemasan. DHA, AA, protein, vitamin, hingga mineral menjadi faktor yang paling sering diperhatikan orang tua sebelum membeli produk.

Namun, dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang–pediatri sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengingatkan bahwa kualitas susu formula tidak hanya ditentukan oleh kandungan yang tercantum pada label.

Menurutnya, orang tua juga perlu memahami dari mana sumber susu berasal, bagaimana proses pengolahannya, hingga bagaimana kualitas produk dikendalikan sejak bahan baku hingga menjadi susu formula yang siap dikonsumsi.

"Informasi pada label memang penting, tetapi kualitas suatu produk sebaiknya juga dipahami dari transparansi sumber bahan bakunya, bagaimana susu diproses, serta bagaimana kualitasnya dikendalikan pada setiap tahap," ujar Rini dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, pengelolaan sumber bahan baku dan proses produksi yang terintegrasi berperan dalam menjaga kualitas dan keamanan produk secara konsisten sejak dari sumbernya hingga menjadi produk akhir.

1. Kualitas susu formula dimulai dari sumber susu

Lingkungan hijau di sekitar area sumber susu FEIHE, yang menjadi bagian dari perjalanan sumber susu hingga proses pengolahan dalam ekosistem produksi terintegrasi. (Dok.Istimewa)

Banyak orang tua menilai kualitas susu formula berdasarkan kandungan gizi yang tertulis di kemasan. Padahal, kualitas produk sesungguhnya telah ditentukan jauh sebelum susu masuk ke pabrik pengolahan.

Faktor seperti kondisi peternakan, kesehatan sapi, kualitas pakan, hingga proses pemerahan dan pengangkutan susu menjadi bagian penting dalam menjaga mutu bahan baku.

Karena itu, sistem produksi yang terintegrasi dinilai memiliki peran besar dalam menjaga konsistensi kualitas. Dalam sistem seperti ini, seluruh rantai produksi, mulai dari peternakan hingga fasilitas pengolahan, berada dalam pengawasan standar mutu yang sama.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan keterlacakan bahan baku sehingga sumber susu dapat diketahui dengan lebih jelas.

2. Proses produksi ikut menentukan kualitas produk

Fasilitas produksi FEIHE sebagai bagian dari ekosistem terintegrasi yang mendukung keterlacakan sumber susu serta pengendalian kualitas dari bahan baku hingga produk akhir. (Dok.Istimewa)

Selain sumber susu, proses pengolahan menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Salah satu tahapan penting adalah proses pemanasan yang berfungsi menjaga keamanan mikrobiologis susu. Namun, intensitas pemanasan yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi karakteristik sejumlah komponen dalam susu.

Rini menjelaskan bahwa pemanasan dapat memicu reaksi Maillard, yakni reaksi antara gula alami susu dengan protein atau asam amino. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas pemanasan awal, semakin meningkat pula sejumlah indikator reaksi Maillard pada susu bubuk dan susu yang telah direkonstitusi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengendalian proses produksi harus dilakukan secara tepat dan konsisten.

"Yang perlu diperhatikan bukan sekadar ada atau tidaknya proses pemanasan, tetapi bagaimana proses tersebut, bersama tahapan produksi lainnya, dikelola dan dikendalikan secara konsisten," kata Rini.

3. Orang tua diminta memperhatikan tiga hal sebelum membeli

ilustrasi susu formula (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan membuat transparansi dalam industri susu formula menjadi semakin penting.

Rini menyarankan orang tua tidak hanya membaca klaim pada bagian depan kemasan, tetapi juga memperhatikan tiga aspek utama sebelum menentukan pilihan.

Pertama, melihat bahan utama yang digunakan dalam produk. Daftar komposisi dapat membantu orang tua mengetahui bahan baku yang digunakan serta keberadaan bahan tambahan seperti sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, atau perisa sintetik.

Kedua, memahami dari mana sumber susu berasal. Informasi ini dapat memberikan gambaran mengenai pengelolaan peternakan, kesehatan sapi, pakan, hingga proses distribusi susu sebelum diolah.

Ketiga, memperhatikan bagaimana produk diproses dan dikendalikan kualitasnya. Sistem pengujian mutu, standar produksi, dan keterlacakan bahan baku menjadi indikator penting dalam menjaga keamanan produk.

Menurut Rini, pemahaman terhadap seluruh perjalanan susu, mulai dari peternakan hingga menjadi formula di dalam kemasan, dapat membantu orang tua mengambil keputusan yang lebih terinformasi.

"Memahami kualitas sebuah susu formula tidak cukup dari apa yang tercantum pada label, tetapi juga mencakup bahan yang digunakan, standar yang diterapkan, proses yang dijalankan, serta transparansi informasi yang diberikan kepada konsumen," ujarnya.

Dengan semakin banyaknya pilihan susu formula di pasaran, transparansi sumber bahan baku dan proses produksi diperkirakan akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen selain kandungan nutrisi yang selama ini menjadi fokus utama.

Editorial Team

Related Article