Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Disdik Jabar Tegaskan KKRI Bukan Ekskul Wajib di SMA-SMK
Logo emblem Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang kini dijadikan aktivitas ekskul di SMA dan sekolah sederajat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
  • Disdik Jabar menegaskan KKRI menjadi ekstrakurikuler pilihan bagi siswa SMA-SMK, bukan kegiatan wajib, sesuai Kepmendikdasmen Nomor 136 Tahun 2026.

  • Aturan KKRI akan disosialisasikan melalui Cabang Dinas Pendidikan; setiap sekolah kemudian dapat menetapkan pelaksanaannya berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

  • KKRI dinilai mendukung profil lulusan melalui wawasan kebangsaan, bela negara, dan kedisiplinan; sekolah dapat berkoordinasi dengan mitra seperti TNI dalam pelaksanaannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Kepmendikdasmen Nomor 136 Tahun 2026 mengatur KKRI sebagai salah satu ekstrakurikuler pilihan di sekolah.

28/9/2026

Disdik Jabar menegaskan KKRI bukan ekstrakurikuler wajib bagi siswa SMA dan SMK. Disdik akan menyosialisasikan aturan pelaksanaannya kepada sekolah melalui Cabang Dinas Pendidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Disdik Jawa Barat menegaskan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) menjadi salah satu ekstrakurikuler pilihan di SMA dan SMK, bukan kegiatan wajib bagi siswa.
  • Who?
    Kepala Disdik Jawa Barat Purwanto, Kemendikdasmen, Cabang Dinas Pendidikan, sekolah SMA-SMK di Jawa Barat, siswa, dan TNI sebagai lembaga mitra yang dapat dikoordinasikan.
  • Where?
    Pelaksanaan dan sosialisasi KKRI akan berlangsung di SMA dan SMK di wilayah Jawa Barat melalui Cabang Dinas Pendidikan.
  • When?
    Penegasan disampaikan Purwanto pada Senin, 28 September 2026. Sosialisasi kepada sekolah akan segera dilakukan; jadwal pelaksanaan di tiap sekolah masih menunggu penetapan masing-masing sekolah.
  • Why?
    KKRI ditetapkan sebagai pilihan berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 136 Tahun 2026 dan ditujukan mendukung profil lulusan melalui wawasan kebangsaan, bela negara, serta kedisiplinan.
  • How?
    Disdik Jabar akan menyampaikan ketentuan kepada Cabang Dinas Pendidikan, lalu ke sekolah. Sekolah menentukan pelaksanaannya sesuai kondisi dan kebutuhan, serta dapat berkoordinasi dengan TNI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
KKRI akan jadi kegiatan pilihan di SMA dan SMK Jawa Barat. Anak sekolah tidak harus ikut. Pak Purwanto dari Disdik Jabar akan memberi tahu sekolah-sekolah tentang aturan ini. Sekolah boleh memilih menjalankannya dan bisa bekerja sama dengan TNI. KKRI mengajarkan cinta Indonesia, bela negara, dan disiplin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penetapan KKRI sebagai ekstrakurikuler pilihan memberi ruang bagi sekolah dan siswa untuk menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan masing-masing. Dengan sosialisasi bertahap dan peluang koordinasi bersama mitra, program ini dapat melengkapi kegiatan sekolah melalui pembelajaran wawasan kebangsaan, bela negara, dan kedisiplinan tanpa mengurangi sifat sukarela partisipasi siswa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti keputusan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait ekstrakurikuler (ekskul) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di jenjang SMA dan SMK.

Kepala Disdik Jabar Purwanto memastikan, KKRI nantinya menjadi salah satu pilihan ekstrakurikuler yang dapat diselenggarakan sekolah. Dengan demikian, siswa tidak diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut.

"Ya kan ekskul pilihan namanya juga. Pilihan ya, bukan ekskul wajib," ujar Purwanto, Senin (28/9/2026).

1. Disdik Jabar segera sosialisasikan ke sekolah

Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan aturan tersebut kepada sekolah-sekolah SMA dan SMK di Jawa Barat. Sosialisasi akan dilakukan melalui Cabang Dinas Pendidikan sebelum diterapkan di masing-masing sekolah.

Menurutnya, dasar pelaksanaan KKRI sebagai ekstrakurikuler pilihan telah diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kepmendikdasmen Nomor 136 Tahun 2026.

"Itu sudah diusulkan oleh Kemendikdasmen Korps Kadet Republik Indonesia menjadi salah satu ekskul pilihan di sekolah-sekolah. Kepmen kan sudah ada, Nomor 136 Tahun 2026. Itu sudah jelas diatur di situ," katanya.

Setelah menerima sosialisasi, sekolah nantinya dapat menentukan pelaksanaan KKRI sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

"Kalau kami nanti akan sampaikan ke caband dinas, kemudian cabang dinas ke sekolah. Sekolah kan nanti berkoordinasi, menetapkan kan. Ditetapkan oleh sekolahnya masing-masing, bahwa KKRI ini menjadi salah satu ekskul pilihan siswa di sekolahnya," katanya.

2. KKRI disebut bisa mendukung profil lulusan

Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto menilai keberadaan KKRI dapat menjadi salah satu sarana untuk mendukung pencapaian profil lulusan siswa. Kegiatan ekstrakurikuler, menurutnya, menjadi bagian dari proses pendidikan selain pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler.

"Apa yang oleh kita disebut sebagai capaian lulusan, yang kita sebut dengan delapan profil lulusan. Itu ditempuh salah satunya melalui ekskul. Selain melalui intrakurikuler dan kokurikuler, kan ada ekskul," kata Purwanto.

Ia menyebut KKRI dapat memberikan sejumlah pembelajaran tambahan bagi siswa, terutama terkait wawasan kebangsaan, bela negara, dan kedisiplinan.

"Jadi siswa sekolah-sekolah menyelenggarakan ekskul pilihan, salah satunya adalah Korps Kadet Republik Indonesia untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, bela negara, kedisiplinan," katanya.

Menurutnya, KKRI nantinya berfungsi sebagai kegiatan pendukung bersama dengan berbagai ekstrakurikuler lain yang sudah berjalan di sekolah.

"Nah, ekskul ini sangat baik sih kalau menurut saya. Karena menjadi supporting, jadi supporting pencapaian delapan profil lulusan," tuturnya.

3. Sekolah dapat menggandeng TNI

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga dapat berkoordinasi dengan lembaga mitra. Salah satunya dengan institusi TNI untuk mendukung kegiatan KKRI.

"Yang bersangkutan nanti bisa koordinasi sama lembaga mitra kayak TNI, gitu ya," ujar Purwanto.

Namun, karena implementasi KKRI masih berada pada tahap awal, Disdik Jabar akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada sekolah.

"Nah, kalau implementasinya di lapangan, kan ini masih baru awal-awal ya. Kami akan sosialisasikan ke sekolah-sekolah dan saya yakin kepala sekolah kalau sudah baca Permen ini sudah akan paham," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article