Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dilanda Berbagai Bencana Alam, Ridwan Kamil: Jabar Siaga Satu
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Jojon)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan bahwa wilayahnya saat ini masih siaga satu bencana alam. Pemerintah kabupaten/kota diminta tetap melakukan mitigasi dan upaya-upaya penanganan.

"Kita sedang musim bencana, sampai akhir bulan, curah hujan masih sangat tinggi. Saya titip, arahan ke bupati/wali kota untuk siaga satu terutama daerah tengah ke utara yang sifatnya banjir," ujar pria yang akbar dipanggil Emil ini, Minggu (21/2/2021).

1. Jabar bagian tengah dan selatan harus waspada

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Selain wilayah Jabar bagian tengah ke utara. Emil meminta untuk wilayah Jabar bagian tengah ke selatan turut berjaga-jaga dan mewaspadai adanya peristiwa bencana alam.

"Kalau untuk wilayah Jabar bagaian tengah ke selatan ini sifatnya rata-rata longsor oleh air," ucapnya.

2. Pemprov Jabar dan pemerintah pusat tengah mencari solusi banjir

Ridwan Kamil. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Di sisi lain, Emil menuturkan, pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat saat ini tengah mencari cara untuk mengurangi banjir. Salah satu solusi yang terdekat ialah pengerjaan sodetan Cisangkuy.

"Dahulu yang bikin banjir di selatan ada dari Sungai Cisangkuy ke Citarum, dan itu lewat ke perumahan hingga biasanya terjadi banjir. Sekarang beres," ungkapnya.

3. Ada tujuh pembangunan proyek penanganan banjir

Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Emil, ada pula beberapa proyek penanganan banjir yang kini masih berjalan salah satunya yaitu proyek Bendungan Sedawarna yang progresnya baru 50 persen. Emil bilang, jika proyek ini selesai maka banjir di Kabupaten Subang dan Karawang bisa sedikit diredam.

"Ada tujuh proyek sedang kita persiapkan, empat proyek konsturksi, tiganya pembebasan lahan. Jadi upaya-upaya mengatasi banjir terus kami lakukan," katanya.

4. Emil berharap pengerjaan proyek penanganan banjir bisa segera selesai

Ilustrasi banjir (IDN Times/Mardya Shakti)

Emil berharap, semua pengerjaan proyek penanganan banjir bisa selesai dalam waktu dekat. Sehingga, peristiwa bencana alam tiap tahun bisa semakin berkurang dan tidak mengakibatkan korban jiwa.

"Kami tidak mau takabur, karena banjir itu dibilang sudah tidak ada ternyata ada. Mangkanya bahasa saya selalu untuk mengurangi, kalau dibilang menyelesaikan terlalu gegabah," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article