Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diduga Akibat Ulah Manusia, Lahan Hutan Gunung Paseban Kebakaran
Kebakaran Hutan Melanda Gunung Paseban Ban.dung, Diduga Akibat Human Error. IDN Times/Istimewa
  • Kebakaran hutan dan lahan melanda Gunung Paseban, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pada Senin sore; petugas gabungan masih melakukan pemadaman hingga petang.
  • BPBD Jawa Barat menduga api dipicu aktivitas manusia dan diperparah angin yang mempercepat perambatan, sementara luas terdampak serta penyebab pasti belum dirinci.
  • Kebakaran terjadi saat kemarau melanda Jawa Barat; BMKG memprediksi 66 persen wilayah mengalami kemarau lebih cepat dan mengimbau warga menghindari pemicu api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27 Juli 2026 sore

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Gunung Paseban, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. BPBD Jawa Barat menduga api dipicu aktivitas manusia dan diperparah angin.

petang

Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang terus membakar kawasan tersebut.

kini

Proses pemadaman masih berlangsung untuk mencegah api meluas. BPBD belum merinci luas lahan terdampak dan penyebab pasti kebakaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hutan dan lahan di Gunung Paseban, Bandung, terbakar pada sore hari. BPBD bilang api mungkin mulai karena ulah manusia dan angin membuat api cepat menyebar. Petugas gabungan masih memadamkan api agar tidak pergi ke tempat lain. Jawa Barat sedang musim kemarau yang kering, jadi orang diminta hati-hati supaya tidak membuat api di hutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kondisi kering dan angin yang mempercepat perambatan api, respons petugas gabungan menunjukkan upaya pengendalian yang terus berjalan untuk mencegah kebakaran Gunung Paseban meluas. Informasi BPBD dan pemetaan awal musim kemarau oleh BMKG juga memberi dasar yang jelas bagi peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap pemicu kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN TimesKebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Gunung Paseban, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Senin (27/7/2026) sore. Hingga petang, petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang terus membakar kawasan tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menduga kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia (human error) yang diperparah dengan embusan angin, sehingga api cepat merambat ke area lainnya.

"Terjadi kebakaran hutan dan lahan diduga dipicu oleh human error dan disertai angin," ujar Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, Senin (27/7/2026).

Hadi mengatakan, hingga kini proses pemadaman masih berlangsung. Petugas terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke wilayah lain. Namun, BPBD belum merinci luas lahan yang terdampak maupun penyebab pasti kebakaran karena proses penanganan masih berlangsung.

Kebakaran ini terjadi di tengah musim kemarau yang telah melanda sebagian besar wilayah Jawa Barat. Kondisi cuaca yang kering diperkirakan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.

Kebakaran Hutan Melanda Gunung Paseban Ban.dung, Diduga Akibat Human Error. IDN Times/Istimewa

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprediksi musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dibandingkan kondisi normal dan akan berlangsung lebih panjang di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, menjelaskan musim kemarau telah dimulai sejak Maret di sejumlah daerah, seperti Kota Bekasi dan wilayah utara Kabupaten Karawang. Sementara itu, sebagian wilayah lain mulai memasuki musim kemarau pada April.

"Sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat diprediksi akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei," kata Vivi dalam konferensi pers daring, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, sebagian wilayah lainnya, termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung bagian barat, Bandung Barat bagian timur, sebagian Kabupaten Bogor, Sukabumi utara, Cianjur tengah, Garut tenggara, Tasikmalaya selatan, dan Pangandaran barat mulai memasuki musim kemarau pada Juni.

Menurut BMKG, sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami musim kemarau lebih cepat dibandingkan pola normal. Sementara 25 persen wilayah diperkirakan memasuki musim kemarau sesuai periode normal dan sekitar 7 persen mengalami kemarau yang datang lebih lambat.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, terutama dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan hutan maupun lahan terbuka.

Editorial Team

Related Article