Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dolar dan Harga Pertamax Naik, Daya Beli Kendaraan di Jabar Masih Aman
Ilustrasi sepeda motor (Pexels.com/Pixabay)
  • Nilai tukar rupiah yang melemah dan kenaikan BBM belum berdampak besar pada daya beli kendaraan di Jawa Barat, dengan permintaan kredit kendaraan tetap tinggi.
  • FIFGROUP melihat peluang dari meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat, menggelar kegiatan promosi di Bandung, dan mencatat lebih dari 158 ribu pelanggan aktif hingga Mei 2026.
  • Gaikindo optimistis pasar otomotif nasional tumbuh sepanjang 2026 karena indikator penjualan masih positif dan industri kendaraan memiliki efek berganda besar bagi ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan meningkatnya harga kenaikan BBM belum berdampak signifikan terhadap daya beli kendaraan bermotor di Jawa Barat. Masyarakat masih banyak yang membeli kendaraan dengan kredit.

Seperti PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang mencatat permintaan pembiayaan untuk kredit kendaraan masih tergolong tinggi dalam kondisi ekonomi seperti saat ini.

Jawa Barat I (Jabar I) Area Head FIFGROUP, Arya Pranandita mengatakan, gejolak ekonomi memang berpotensi memengaruhi industri pembiayaan. Namun, dampak yang dirasakan perusahaan hingga saat ini masih relatif kecil.

"Secara pengaruh mungkin ada, tetapi kecil. Bagi kami di FIF, terutama tim Jabar I, kami berkomitmen bahwa fluktuasi perekonomian, termasuk kenaikan dolar, pasti ada efek positif dan negatifnya," kata Arya di Bandung, Sabtu (13/6/2026).

1. Masyarakat sekarang butuh pembiayaan

Jawa Barat I (Jabar I) Area Head FIFGROUP, Arya Pranandita. IDN Times/Istimewa

Dalam kondisi ini perusahaan memilih fokus menangkap peluang yang muncul di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Kenaikan dolar dan tekanan ekonomi justru dinilai dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan.

"Efek positif itu yang akan kami ambil. Ketika dolar naik, masyarakat semakin membutuhkan pembiayaan, baik untuk meningkatkan kemampuan finansial maupun modal usaha. Itu yang menjadi peluang bagi kami," ujar Arya.

Dia memastikan, kebutuhan pembiayaan masyarakat tetap menunjukkan tren positif, terutama untuk sektor kendaraan bermotor dan pembiayaan produktif yang mendukung aktivitas usaha.

2. Makin banyak yang manfaatkan program

Ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)

Optimisme tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan kegiatan yang digelar akhir pekan ini di Bandung. Arya mengatakan, melalui kegiatan hajatan tersebut FIFGROUP ingin memperkuat kedekatan dengan pelanggan sekaligus menghadirkan berbagai kemudahan layanan pembiayaan kepada masyarakat.

"Ini menjadi bentuk apresiasi kami kepada pelanggan yang selama ini telah mempercayakan berbagai kebutuhan pembiayaannya kepada FIFGROUP. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya," tuturnya.

Selanjutnya, hingga akhir Mei 2026, FIFGROUP Area Jawa Barat I tercatat telah melayani lebih dari 158 ribu pelanggan aktif. Dari jumlah tersebut, lebih dari 32 ribu pelanggan berasal dari wilayah kerja Cabang Bandung II.

Dalam kegiatan yang berlangsung hingga hari ini, lima unit bisnis FIFGROUP turut menawarkan berbagai promo spesial kepada masyarakat. Fifastra memberikan promo hemat angsuran hingga Rp3,7 juta untuk pembiayaan sepeda motor Honda baru.

3. Gaikindo optimistis konsumsi kendaraan tumbuh pada 2026

ilustrasi kredit kendaraan (freepik.com/freepik)

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan rasa optimistis mereka terhadap pertumbuhan pasar otomotif nasional sepanjang tahun 2026. Meskipun situasi ekonomi global saat ini sedang dibayangi oleh berbagai tantangan berat, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pergerakan pasar domestik dinilai masih berada di jalur yang aman.

Asosiasi menilai bahwa indikator positif yang terlihat hingga awal kuartal kedua menjadi modal berharga bagi para pelaku industri. Momentum ini harus terus dirawat secara konsisten agar daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor tetap terjaga dengan baik, sekaligus memastikan roda ekosistem industri manufaktur dalam negeri dapat terus berputar.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menegaskan bahwa keyakinan industri ini didasarkan pada data rill di lapangan. "Kita harus optimis. Kalau kita lihat dari capaian sampai bulan April kan masih positif. Walaupun ada pemberitaan sana-sini, tapi angkanya menunjukkan penjualan masih positif," kata Kukuh saat memberikan keterangan resmi kepada media di Jakarta.

Lebih lanjut, Gaikindo mengingatkan bahwa industri otomotif memegang peranan krusial karena memiliki efek berganda (multiplier effect) yang sangat luas terhadap perekonomian nasional. Sektor ini tidak hanya berdiri sendiri, melainkan menggerakkan rantai industri yang masif, mulai dari pabrik perakitan kendaraan, produsen komponen lokal, hingga sektor pembiayaan dan jasa pendukung lainnya. Berputarnya industri ini, baik pada segmen kendaraan penumpang maupun komersial, menjadi roda penggerak ekonomi yang penting karena mayoritas unit sudah diproduksi di dalam negeri.

Editorial Team

Related Article