Bandung, IDN Times – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti akurasi data kemiskinan di Kota Bandung dalam upaya pembenahan data penerima bantuan sosial. Ia mempertanyakan apakah seluruh warga miskin telah terdata dengan baik, terutama di tengah perubahan kategori kesejahteraan atau desil yang berpotensi memengaruhi akses masyarakat terhadap bantuan.
“Jangan-jangan data warga miskin Kota Bandung belum terdeteksi dengan baik,” ujar Farhan saat membahas pentingnya konsolidasi data dalam momentum Hari Sumpah Pemuda di Balaikota Bandung, Rabu(28/10/2026).
Farhan menyebut angka sekitar 100 ribu warga sebagai jumlah yang perlu dicermati dalam pembenahan data tersebut. Menurutnya, administrasi kependudukan menjadi fondasi penting untuk memastikan pemerintah memiliki data yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Persoalan ini menjadi perhatian karena ketidaksesuaian data berisiko membuat warga yang membutuhkan tidak teridentifikasi dengan tepat. Karena itu, Pemkot Bandung berupaya mengidentifikasi masyarakat yang mengalami perubahan status kesejahteraan, terutama mereka yang masih membutuhkan bantuan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
