Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cirebon Jadi Wilayah Paling Lama Tak Diguyur Hujan
Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Kabupaten Cirebon mencatat 110 hari tanpa hujan per 10 September 2026, menjadi periode terpanjang di Jawa Barat dan melampaui sejumlah daerah lain yang mencapai 108 hari.

  • Kekeringan berdampak pada 10.095 warga dari 3.031 keluarga di empat kecamatan; Klangenan terdampak paling besar dengan 7.104 jiwa.

  • BPBD Cirebon menyalurkan 65.000 liter air bersih berdasarkan pendataan dan verifikasi lapangan, sambil memantau kebutuhan warga untuk distribusi berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times - Kabupaten Cirebon tercatat menjadi wilayah dengan periode tanpa hujan terpanjang di Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 10 September 2026, Cirebon mengalami 110 hari tanpa hujan.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Jawa Barat yang masuk dalam daftar periode tanpa hujan terpanjang. Cianjur, Bandung, Garut, Sumedang, Majalengka, dan Karawang masing-masing tercatat mengalami 108 hari tanpa hujan.

Sementara itu, Bandung Barat mencatat 107 hari tanpa hujan. Bekasi dan Subang masing-masing berada pada angka 106 hari.

Dengan catatan 110 hari, periode tanpa hujan di Kabupaten Cirebon lebih panjang dua hari dibandingkan wilayah yang berada pada angka 108 hari.


1. Sebanyak 10.095 warga terdampak cuaca tanpa hujan

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Pixabay)

Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan kesulitan mendapatkan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat 10.095 jiwa dari 3.031 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di empat kecamatan.

Kecamatan Klangenan mencatat jumlah warga terdampak paling banyak, yakni 7.104 jiwa dari 2.063 KK. Kecamatan Sedong menyusul dengan 1.610 jiwa dari 485 KK.

Kemudian, Kecamatan Gegesik mencatat 761 jiwa dari 118 KK terdampak. Adapun Kecamatan Talun mencatat 620 jiwa dari 365 KK yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Pelaksana Tugas BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda mengatakan distribusi air dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi kondisi di lapangan.

"Distribusi air dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi kondisi di lapangan," kata Syamsul, Selasa (29/9/2026).

2. Sebanyak 65.000 liter air disalurkan

Ilustrasi Kekeringan. (IDN Times/Anjani Asra)

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, BPBD Kabupaten Cirebon telah menyalurkan 65.000 liter air bersih ke empat kecamatan tersebut.

Klangenan menerima distribusi terbesar dengan 37.000 liter. Selanjutnya, Sedong memperoleh 20.000 liter, sedangkan Gegesik dan Talun masing-masing menerima 4.000 liter.

Syamsul mengatakan, jika dihitung dari keseluruhan distribusi, bantuan untuk Klangenan mencapai sekitar 56,9 persen. Sedong menerima sekitar 30,8 persen, sementara Gegesik dan Talun masing-masing sekitar 6,2 persen.

“Distribusi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan,” tuturnya.

2. Pendataan jadi dasar distribusi

kekeringan besar (radiowest.kuer.org)

Syamsul menjelaskan, penyaluran air bersih dilakukan melalui beberapa tahapan. Prosesnya meliputi pendataan dan verifikasi lokasi, pengisian air ke armada tangki, pengiriman ke wilayah terdampak, distribusi kepada warga, serta monitoring dan evaluasi.

Pencatatan setiap penyaluran dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kekeringan di wilayah Kabupaten Cirebon. Data tersebut juga digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan bantuan pada penyaluran berikutnya.

"Kami masih terus memantau wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan serta perubahan kebutuhan masyarakat," ujar Syamsul.

Curated For You

Editorial Team

Related Article