ISPA Jadi Raja Penyakit di Cirebon, Kasus Tembus 65 Ribu

- Kasus ISPA di Kabupaten Cirebon mencapai 65.055, tertinggi dalam data pelayanan kesehatan dan hampir dua kali lipat dibandingkan hipertensi yang tercatat 33.135 kasus.
- Anak-anak mendominasi pasien ISPA, dengan sebagian besar ditangani rawat jalan. RSUD Arjawinangun melayani sekitar 130 pasien, meningkat dua kali lipat dari kondisi normal.
- Dinkes mengimbau pola hidup bersih, etika batuk, ventilasi baik, dan imunisasi sesuai jadwal. Gejala berat seperti sesak atau dehidrasi perlu segera mendapat pelayanan kesehatan.
Cirebon, IDN Times - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi yang tertinggi dalam data pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon dengan jumlah mencapai 65.055 kasus. Angka tersebut tercatat jauh di atas sejumlah penyakit lain yang juga masuk dalam data pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan peningkatan kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kasus ISPA menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan.
“Memang dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan. Kasus yang paling banyak ditemukan adalah ISPA,” ujar Eni, Senin (21/9/2026).
1. Ada sebanyak 65.055 kasus ISPA

ilustrasi seseorang terkena ISPA (pexels.com/Polina Tankilevitch) Berdasarkan data yang diterima IDN Times, angka 65.055 kasus menempatkan ISPA di posisi tertinggi dibandingkan penyakit lain dalam data tersebut. Jumlahnya mencapai hampir dua kali lipat kasus hipertensi yang berada di angka 33.135 kasus.
Selisih antara ISPA dan hipertensi mencapai 31.920 kasus. Dengan demikian, jumlah kasus ISPA tercatat sekitar 96,4 persen lebih tinggi dibandingkan hipertensi.
Jaraknya semakin lebar jika dibandingkan dengan penyakit lain. Dorsalgia atau nyeri punggung tercatat 17.071 kasus, sedangkan functional dyspepsia atau gangguan pencernaan kronis pada perut mencapai 16.885 kasus.
Kasus infeksi virus yang belum diketahui secara spesifik tercatat 16.575 kasus. Sementara dislipidemia atau gangguan metabolisme lipoprotein dan lemak darah mencapai 16.408 kasus.
2. Anak-anak dominasi pasien

Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra) Eni mengatakan, kelompok anak-anak menjadi salah satu kelompok yang banyak ditemukan dalam kasus ISPA. Sebagian besar kasus masih dapat ditangani melalui pelayanan rawat jalan.
Perawatan di rumah sakit diperlukan untuk pasien dengan kondisi tertentu, seperti mengalami sesak napas, demam berkepanjangan, dehidrasi, atau membutuhkan pemantauan lebih intensif.
“Jumlah kasus ISPA terpaut 31.920 kasus dari hipertensi dan lebih dari 47.000 kasus dibandingkan dorsalgia," katanya.
3. Kunjungan RSUD capai 130 pasien

Peserta penyuluhan pencegahan ISPA di wilayah pembangunan IKN dan warga sekitar (IDN Times/Ervan) Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengendalian Mutu RSUD Arjawinangun Sartono, menyebutkan, peningkatan jumlah pasien juga tercatat dalam pelayanan rumah sakit. Jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan mencapai sekitar 130 orang.
Ia mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan kondisi normal yang biasanya hanya sekitar setengahnya.
“Sekarang pasien mencapai 130 orang, biasanya hanya setengahnya. Didominasi anak-anak dengan keluhan ISPA,” ujar Sartono.
Peningkatan kunjungan di RSUD Arjawinangun mulai terlihat sekitar satu pekan terakhir. Keluhan ISPA menjadi salah satu yang paling banyak ditemukan pada pasien anak.
4. Waspadai gejala berat

ilustrasi ISPA pada anak (pexels.com/Andrea Piacquadio) Eni menyebutkan, pencegahan penularan dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik.
Menurutnya, kontak dekat dengan orang yang sedang sakit juga dianjurkan untuk dikurangi. Imunisasi anak diminta tetap mengikuti jadwal.
“Anak yang mengalami demam disertai sesak, kesulitan bernapas, tubuh sangat lemas, tidak mau minum, atau menunjukkan tanda dehidrasi dianjurkan segera mendapatkan pelayanan kesehatan. Kemudian, masyarakat yang sedang sakit juga dianjurkan beristirahat di rumah dan mengurangi kontak dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan,” tuturnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















