Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita di Balik Kolaborasi Parfum Blooming in the Dark
Cerita di Balik Kolaborasi Parfum Blooming in the Dark (Dok. Ratu Aulia)
  • Ratu Aulia meluncurkan proyek parfum perdana berjudul Blooming in the Dark, menandai langkah baru dalam kariernya dengan menggandeng produsen berpengalaman Eloi Coco sebagai mitra kolaborasi.
  • Kolaborasi ini menonjolkan keterlibatan langsung Ratu Aulia dalam proses kreatif, menghadirkan narasi personal tentang ketangguhan dan pertumbuhan melalui konsep parfum yang sarat makna emosional.
  • Blooming in the Dark dirancang dengan aroma floral kompleks berbasis Bulgarian Rose dan kemasan handcrafted unik, menciptakan perpaduan antara kualitas, estetika, serta nilai personal dalam satu produk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Langkah Ratu Aulia memasuki industri parfum menarik perhatian publik. Proyek perdananya yang bertajuk Blooming in the Dark tidak hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga menandai fase baru dalam perjalanan kariernya.

Keputusan menggandeng Eloi Coco sebagai mitra kolaborasi turut menjadi sorotan. Sebelumnya, sempat muncul berbagai spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan kerja sama dengan brand parfum lain.

Namun, pilihan ini justru menghadirkan sudut pandang berbeda. Ratu Aulia tampaknya tidak hanya mempertimbangkan popularitas, tetapi juga kekuatan di balik proses produksi dan pengembangan produk.

Kolaborasi ini pun mencerminkan pendekatan yang lebih matang, dengan menggabungkan storytelling personal dan pengalaman industri dalam satu proyek yang terarah.

1. Pengalaman industri jadi pertimbangan utama

ilustrasi pakai parfum (pexels.com/Ron Lach)

Eloi Coco dikenal sebagai salah satu pemain lama di industri fragrance di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, perusahaan ini memiliki rekam jejak kuat, termasuk sebagai produsen di balik berbagai brand parfum ternama.

Kapabilitas ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan aroma hingga pemahaman tren pasar. Hal tersebut menjadi nilai tambah dalam membangun produk yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan.

Bagi Ratu Aulia, kolaborasi ini bukan sekadar soal nama besar, melainkan juga fondasi kualitas yang ingin dibangun sejak awal.

“Sejak awal, kami ingin memastikan bahwa produk yang dihasilkan bukan hanya menarik secara konsep, tetapi juga memiliki kualitas yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan," kata Muhammad Bobby, Manager Ratu Aulia, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (27/4/2026).

2. Proses kreatif yang melibatkan personal storytelling

Cerita di Balik Kolaborasi Parfum Blooming in the Dark (Dok. Ratu Aulia)

Berbeda dari kolaborasi yang hanya menonjolkan branding, proyek ini melibatkan Ratu Aulia secara aktif dalam proses kreatif. Ia tidak hanya menjadi wajah produk, tetapi juga turut membentuk konsep di baliknya.

Blooming in the Dark mengusung narasi tentang ketangguhan dan proses bertumbuh di tengah situasi yang tidak selalu mudah. Tema ini diambil dari pengalaman personal yang ingin ia bagikan kepada audiensnya.

Pendekatan ini menjadikan parfum tidak sekadar produk, tetapi juga medium ekspresi yang memiliki makna emosional.

“Aku ingin parfum ini bukan sekadar produk, tapi sesuatu yang punya cerita dan bisa terhubung secara emosional dengan orang yang memakainya. Blooming in the Dark menggambarkan perjalanan untuk tetap bertumbuh, bahkan di fase yang tidak selalu mudah. Itu adalah sesuatu yang sangat dekat dengan aku, dan aku ingin membagikan rasa itu lewat karya ini,” ungkap Ratu Aulia.

3. Detail produk dirancang dengan pendekatan menyeluruh

Ilustrasi parfum yang tidak lengket saat digunakan. (pexels.com/ cottonbro studio)

Dari sisi komposisi, parfum ini menghadirkan karakter aroma floral yang kompleks dan berlapis. Bulgarian Rose menjadi salah satu bahan utama yang memberikan kesan elegan, dipadukan dengan kesegaran bergamot di awal.

Aroma tersebut kemudian berkembang menjadi nuansa mawar yang feminin, sebelum ditutup dengan sentuhan hangat dari amber, musk, dan tonka bean. Kombinasi ini dirancang untuk menghadirkan kedalaman sekaligus daya tahan yang lebih lama.

Tak hanya pada aroma, perhatian juga diberikan pada desain kemasan. Botol dibuat secara handcrafted dengan teknik splash coating, sehingga setiap produk memiliki tampilan yang unik.

Dengan pendekatan ini, Blooming in the Dark tidak hanya menawarkan pengalaman wewangian, tetapi juga nilai personal dan estetika yang menyatu dalam satu produk.

Editorial Team