Cara Prabowo Hadapi Krisis: Ditulis dalam Buku Prabowonomics

- Buku “Prabowonomics, Demokrasi, dan Tantangan ke Depan” karya Syahganda Nainggolan diluncurkan di ITB, menghadirkan sejumlah tokoh nasional termasuk Sufmi Dasco Ahmad sebagai pembicara utama.
- Buku ini menyoroti cara Presiden Prabowo Subianto menghadapi krisis ekonomi dan geopolitik, serta menggambarkan tantangan demokrasi dan kondisi global yang tengah dihadapi Indonesia.
- Syahganda menekankan pentingnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional di masa krisis, sementara Dasco menilai buku tersebut juga memuat refleksi demokrasi dan ajakan menjaga persatuan bangsa.
Bandung, IDN Times - Berbagai cara Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi krisis turut dituliskan semuanya dalam buku "Prabowonomics, Demokrasi, dan Tantangan ke Depan" yang ditulis oleh Syahganda Nainggolan. Buku ini pun turut diluncurkan dalam Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Kamis (5/3/2026).
Dalam peluncurannya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ditunjuk sebagai keynote speaker. Turut hadir sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Kemudian, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, serta Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat.
1. Buku berisi tentang cara Prabowo menghadapi krisis

Syahganda Nainggolan menegaskan buku tersebut lahir dari keyakinannya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi situasi krisis. Buku ini juga turut memotret tantangan Indonesia ke depan, mulai dari dinamika demokrasi, kondisi ekonomi, hingga konteks geopolitik global.
Ia menyebut sekitar 30 persen isi buku membahas konsep “Prabowonomics”, termasuk pandangannya mengenai kepemimpinan Prabowo dalam menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik.
"Buku ini saya tulis karena saya yakin Pak Presiden Prabowo adalah orang yang tepat memimpin republik di saat krisis seperti sekarang," kata Syahganda.
2. Kondisi global saat ini turut mempengaruhi ekonomi Indonesia

Menurut dia, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak mudah karena terjadinya perlambatan ekonomi global, dan juga situasi geopolitik juga semakin kompleks.
Syahganda menganggap kepemimpinan yang ideologis dan strategis diperlukan agar Indonesia mampu bangkit dari situasi tersebut.
"Ekonomi dunia sedang bergejolak, perang di berbagai kawasan juga memengaruhi stabilitas global. Saya berharap kepemimpinan beliau bisa membawa bangsa ini bangkit," kata dia.
3. Persatuan nasional harus diutamakan

Adapun pesan utama dalam buku tersebut yaitu mendorong kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional, terutama di tengah tuntutan masyarakat yang ingin hasil cepat dari berbagai kebijakan pemerintah.
"Pesan buku ini sederhana, agar rakyat percaya kepada Presiden Prabowo. Dalam situasi krisis, kita butuh kepercayaan dan persatuan nasional," ujarnya.
Sementara itu, Dasco mengatakan buku tersebut tidak hanya membahas soal ekonomi, tetapi juga memberikan refleksi mengenai demokrasi, kritik yang konstruktif, dan pentingnya menjaga persatuan nasional.
"Saya sudah membaca buku ini. Judulnya memang fantastis, tapi isinya berisi berbagai pandangan tentang demokrasi, koreksi yang membangun, dan persatuan nasional," kata Dasco.
















