Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPKH: Pendanaan Haji 2026 Aman, Tantangan Terbesar Ada di Kurs Rupiah
ilustrasi naik haji (pexels.com/shams)
  • BPKH memastikan pendanaan haji 2026 aman karena seluruh kewajiban utama dan kebutuhan valuta asing telah disiapkan serta dibayarkan lebih awal.
  • Tantangan terbesar untuk biaya haji 2027 ada pada fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS yang memengaruhi besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.
  • BPKH menyiapkan strategi pembelian dolar sejak dini dan melihat peluang peningkatan nilai manfaat dana melalui instrumen keuangan syariah seperti SBSN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan pendanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 hingga saat ini belum menghadapi persoalan berarti meskipun kondisi ekonomi global masih bergerak dinamis.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan dari sisi pembiayaan, seluruh kewajiban utama untuk penyelenggaraan haji tahun depan pada dasarnya sudah disiapkan sejak jauh hari.

“Dari kami sebagai yang men-support dana, enggak ada isu,” kata Fadlul dalam diskusi di Kota Bandung, Kamis (11/6/2026).

Menurut dia, pembayaran utama sudah diselesaikan termasuk kebutuhan valuta asing yang diperlukan untuk penyelenggaraan haji.

1. Klaim pendanaan haji 2026 sudah aman

BPKH Pastikan Pendanaan Haji 2026 Aman, Tantangan Terbesar Ada di Kurs Rupiah. IDN Times/Istimewa

Fadlul menjelaskan, proses pembayaran kebutuhan haji telah dilakukan lebih awal untuk mengurangi risiko gejolak pasar. Bahkan, kebutuhan dolar Amerika Serikat yang digunakan untuk pembiayaan operasional juga disebut sudah diamankan dan ditransfer.

Karena itu, jika muncul persoalan dalam penyelenggaraan haji, menurutnya hal tersebut bukan berasal dari kesiapan pendanaan yang dikelola BPKH.

“Pembayaran sebenarnya sudah selesai. Kita juga sudah beli US dollar dan sudah transfer,” ujarnya.

2. Kurs rupiah jadi faktor paling menentukan biaya haji 2027

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Muhammad Daudy)

Meski kondisi 2026 relatif aman, BPKH mulai mengantisipasi penyusunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk 2027. Menurut Fadlul, tantangan terbesar bukan berasal dari ketersediaan dana, melainkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sebab, sebagian besar komponen biaya haji dibayarkan menggunakan mata uang asing sehingga pelemahan rupiah akan membuat biaya dalam rupiah menjadi lebih mahal. Ia mencontohkan, pada penetapan sebelumnya pemerintah menggunakan asumsi kurs sekitar Rp16 ribu per dolar AS.

“Nanti pada saat penetapan BPH 2027, kursnya berapa itu kembali lagi menjadi keputusan DPR dan pemerintah,” katanya.

3. Siapkan strategi beli dolar lebih awal

BPKH Pastikan Pendanaan Haji 2026 Aman, Tantangan Terbesar Ada di Kurs Rupiah. IDN Times/Istimewa

Untuk mengurangi dampak volatilitas pasar, BPKH menyiapkan kebutuhan dolar sejak awal berdasarkan asumsi yang telah ditentukan pemerintah. Menurut Fadlul, lembaganya hanya menjalankan mandat berdasarkan keputusan resmi yang ditetapkan.

Jika terjadi eskalasi biaya akibat kurs, maka keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah dan DPR dalam menetapkan besaran biaya haji. "Kita mempersiapkan dolarnya sejak awal supaya sesuai dengan asumsi kurs yang berlaku,” ujarnya.

Di tengah tekanan ekonomi, Fadlul melihat ada sisi positif bagi pengelolaan dana haji. Kenaikan yield instrumen pasar keuangan syariah bisa menjadi peluang meningkatkan nilai manfaat dana yang nantinya kembali kepada jemaah.

BPKH bahkan membuka peluang memperbesar dukungan terhadap instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) saat harga turun. “Kalau ada penurunan harga SBSN justru kita sangat support dan mencari peluang itu,” katanya.

Editorial Team

Related Article